Berita

Dahlan Iskan: Jangan Mengeluh Lagi ke Saya kalau KRL Ekonomi Mogok

SENIN, 01 JULI 2013 | 23:13 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero tak perlu terlalu lama mengganti KRL ekonomi.

Menurutnya, tak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk menolak penarikan KRL ekonomi. Pasalnya, saat ini KAI sudah menerapkan tarif progresif di 66 stasiun KRL Jabodetabek.

"Ini kan harga tiketnya sudah turun. KRL ekonomi tarik saja. Jangan nunggu bulan Agustus. Hari ini kereta sudah turun harganya hanya Rp 2 ribu untuk 5 stasiun pertama, selebihnya Rp 500 rupiah untuk 3 stasiun berikutnya," papar Dahlan di Jakarta, Senin (1/7).


Terlebih, kata Dahlan, tak ada gunanya jika mempertahankan KRL ekonomi. Selain kerap mogok, tidak terawat dan merugikan kereta lainnya. "Mogoknya luar biasa karena umurnya sudah sekitar 30 tahunan. Ya sudahlah hari ini saja ditarik," pinta Dahlan.

Selain itu, seperti dikutip dari JPNN, bekas Dirut PLN ini mengingatkan masyarakat untuk tidak lagi mengeluh pada dirinya bila kereta ekonomi mendadak mogok di tengah jalan. Diakuinya, hari ini dirinya menerima ribuan SMS berisi keluhan.

"Hari ini berapa ribu orang yang mengeluh karena kereta mogok. Dan hari ini berapa ribu orang yang SMS saya mengeluhkan itu. Kalau SMS terus, mereka kan bayar mahal. Nah tiket kereta sekarang sudah murah. Jangan lagi SMS saya kalau kereta mogok, mending uangnya buat beli tiket murah saja," tegasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya