ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
RMOL. Kekalahan tim Spanyol oleh Brazil dalam final Piala Konfederasi 2013 membuktikan bahwa taktik milik spanyol dengan Tiki-Taka nya mati angin di hadapan samba brazil yang sesungguhnya. Brazil mampu mengendalikan sepenuhnya jalan pertandingan selama 90 menit, dan tiga kali membobol gawang Spanyol.
Selama ini, taktik Tiki-Taka selalu menjuarai jagat persepakbolaan international. Sebab hampir semua turnamen dunia, maupun pertandingan persahabatan, selalu dimenangkan oleh Spanyol. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, Spanyol bertengger di puncak peringat FIFA.
"Namun Final Konfederasi sudah menandai babak baru kiblat sepakbola jelang menuju Piala Dunia 2014," kata pemerhati dan pencinta sepakbola, Tumpal Daniel, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 1/7).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13
Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59
Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46
Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33
Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19
Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03
Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44
Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37
Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23
Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16