Berita

ilustrasi/ist

CENTURYGATE

CCTV di Gudang BI Bisa Ungkap Pernyataan Tertutup Anas Urbaningrum pada Timwas Century

SENIN, 01 JULI 2013 | 06:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada beberapa alasan mengapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam hal penggeledahan di Bank Indonesia (BI), harus fokus untuk  mendapatkan buku log pengeluaran dana talangan Century dan CCTV.

Diantaranya, kata anggota Timwas Century, Bambang Soesatyo, dalam konteks pencairan dana talangan Century, ada bocoran informasi bahwa dana tunai yang begitu besar jumlahnya itu harus diambil dari gudang BI.

"Mana tahu dari penelusuran itu, khususnya aliran dana yang berasal dari deposito jumbo Budi Sampoerna, ditemukan nama-nama orang penting yang pernah disebut-sebut mantan Ketua Umum Partai Demokkrat, Anas Urbaningrum secara tertutup kepada Timwas Century," kata Bambang beberapa saat lalu (Selasa, 1/7).


Sebelumnya, Bambang juga menilai bahwa KPK patut  mendalami pola transaksi tunai atas empat tahap pencairan dana talangan dan 21 transaksi penyetoran tunai ke Bank Century. Dengan mendalami pola transaksi tunai atas dana triliunan rupiah itu, akan terkuak motif lain di balik alasan penyelamatan eks Bank Century.
 
"Menurut hasil audit investigatif BPK, pencairan dana talangan dilakukan dalam empat tahap. Pencairan tahap pertama Rp 2,7 triliun, tahap kedua Rp 2,2 triliun, tahap ketiga Rp 1,1 triliun, dan pencairan tahap keempat Rp 630 miliar," jelas Bambang.
                                                
Dari empat tahap pencairan itu, lantu Bambang, penyetoran oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ke manajemen Bank Century juga dilakukan bertahap. Setoran LPS ke manajemen Bank Century dilaksanakan dalam 23 transaksi. Dan hanya dua transaksi penyetoran anyg menggunakan Surat Utang Negara (SUN), yakni transaksi 4 Februrai dan 24 Feberuari 2009, dengan masing-masing SUN bernilai Rp 820 miliar dan Rp185 miliar. Sedangkan 21 transaksi penyetoran lainnya dilakukan dengan pola tunai.
 
Dari pencairan tahap pertama, lanjutnya, LPS melakukan enam kali penyetoran yang dimulai 24 November hingga 1 Desember 2008. Setoran tunai terbesar pada 24 November 2008 mencapai Rp 1 triliun, sedangkan setoran tunai terkecil, Rp 100 miliar, dilakukan pada 27 November 2008. Dari pencairan tahap keempat, LPS hanya satu kali melakukan setoran tunai sebesar Rp 630,221 miliar, pada 24 Juli 2009.
 
Katanya, pola setoran tunai untuk jumlah uang yang demikian besar ini sangat janggal sehingga sulit dipercaya. Idealnya adalah pola transfer. Namun, pola setor tunai ini diyakini bisa saja terlaksana jika BI menghendakinya.  Sebab, hanya bank sentral yg memiliki dana tunai berjumlah besar.

"Lagi pula, tidak ada institusi keuangan lain yang mampu melakukan pola transaksi tunai untuk jumlah yang demikian besar," demikian Bambang. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya