Berita

ilustrasi/ist

SURVEI MEDIAN

Mayoritas Publik Ragukan Keseriusan KPK Tangani Kasus-kasus Besar

MINGGU, 30 JUNI 2013 | 11:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Banyak publik yang percaya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa menuntaskan kasus-kasus besar seperti megaskandal Century ketika Abraham Samad, saat dilantik menjadi Ketua KPK, berjanji akan menuntaskan kasus-kasus besar itu. Namun belakangan kepercayaan publik itu kian menipis.

Tingkat kepercayaan publik kepada KPK untuk menuntaskan kasus-kasus besar yang kian menurun ini terlihat dari hasil survei yang digelar Media Survei Nasional (Median).

"Sebanyak 52,5 persen publik meragukan atau menilai KPK tidak serius dan tidak bisa menuntaskan skandal Century. Untuk menyelesaikan kasus ini, hanya 25 persen yang masih percaya KPK serius, dan 22,5 persen menjawab tidak tahu," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, dalam rilis survei bertema Kinerja Polri, KPK, dan Budaya Korupsi, beberapa saat lalu (Minggu, 30/6).


Survei ini digelar pada 19-25 Juni 2013 dengan melibatkan 1.100 responden yang tersebar di 33 provinsi, serta dengan menggunakan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei ini adalah 95 persen, dengan margin of error plus minus 2,87 persen.

Dalam kasus Hambalang, Rico melanjutkan, sebanyak 44,6 persen publik menilai KPK juga tidak serius. Hanya 36 persen yang masih menilai KPK serius dan sisanya, sebanyak 19,4 persen, menjawab tidak tahu.

Mayoritas publik pun percaya, lanjut Rico, KPK hanya serius untuk menuntaskan kasus-kasus kecil, atau kasus-kasus yang di bawah megaskandal Century dan Hambalang.

Publik yang percaya KPK serius menuntaskan kasus suap impor sapi sebesar, 85 persen; yang percaya KPK menuntaskan kasus simulator SIM sebesar 57 persen; yang percaya KPK serius menyelesaikan kasus suap PON sebesar 55,3 persen; yang percaya KPK serius menuntaskan kasus korupsi pengadaan al Quran sebesar 55 persen; yang percaya KPK serius menuntaskan dugaan suap yang melibatkan pejabat kota Bandung sebesar 55 persen.

"Hasil survei menunjukkan bahwa publik menilai keseriusan para pimpinan KPK menangani kasus korupsi besar seperti dalam skandal Bank Century dan Hambalang  hanya sebatas pada janji saja.  Bahkan publik merasakan adanya kesenjangan keseriusan KPK dalam menangani kasus besar dan kasus yang lebih kecil," kata Rico Marbun.

Sangat disayangkan, masih kata Rico, keseriusan KPK dalam menangani skandal Century terlihat paling rendah, dibandingkan kasus-kasus korupsi lainnya. Mengingat skandal  Century tergolong megakorupsi karena melibatkan uang negara sbesar Rp 6,7 triliun.

"Patut disayangkan, karena dari sisi opini KPK relatif memperoleh dukungan tinggi dari public dibandingakn lembaga penegak hukum lainnya. Sayangnya yang dilakukan KPK malah membongkar kasus berskala puluhan miliar, bukan ratusan apalagi triliunan rupiah," demikian Rico. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya