Berita

Jenderal Pramono Edhie Harus Berjibaku Genjot Popularitas kalau Mau Nyapres

MINGGU, 30 JUNI 2013 | 07:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Isu mantan KSAD Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo akan maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang semakin kuat. Terlebih dia sudah resmi bergabung ke Partai Demokrat dan didapuk sebagai anggota Dewan Pembina partai besutan Presiden SBY tersebut.

Pengamat politik Rico Marbun melihat secara kompetensi, pribadi adik kandung Ani Yudhoyono itu mempunyai kualifikasi yang memadai. Meski menurutnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan kalau betul mantan Danjen Kopassus itu running for RI 1.

"Pertama, popularitas Pramono Edhie di beberapa lembaga survei baru menyentuh angka 20-an persen. Ini masih jauh dari memuaskan," kata Rico Marbun kepada Rakyat Merdeka Online tadi malam (Sabtu, 29/6).

Kedua, patut dievaluasi, apakah Pramono punya sesuatu yang ia sebut-sebagai 'faktor WOW' seperti yang dimiliki Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ketiga, elektabilitas Partai Demokrat yang masih abu-abu alias lagi turun.

"Jika konvensi ini terjadi 2009 lalu, tentu saja posisi ini sangat menggiurkan. Tapi yang terjadi sekarang, nasib elektabilitas Demokrat di 2014 masih mendung. Jadi kalau sekarang ini, capres digunakan untuk mengangkat suara Demokrat. Kalau 2009 lalu partai yang menggaransi capres," jelasnya.

"Inilah mengapa konvensi sepertinya terbatas hanya pada tokoh-tokoh Demokrat saja. Tokoh-tokoh di luar Partai Demokrat, masih wait and see, bahkan cenderung masih memandang sebelah mata," tandas akademisi dari Universitas Indonesia ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya