Berita

joko widodo

Jokowi Harus Gaet Tokoh Yang Bisa Ambil Alih Golkar Pasca Aburizal Bakrie

SABTU, 29 JUNI 2013 | 21:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Berdasarkan hasil survei dari sejumlah lembaga, PDIP, Golkar, Gerindra, dan Demokrat diyakini akan masuk empat besar partai pemenang Pemilihan Umum 2014 mendatang. Sebanyak sekitar 50-65 persen suara pemilih akan dikuasai dan dibagi oleh keempat partai itu.

"Artinya sisa kurang lebih 35 persen suara yang harus dibagi oleh 8 partai sisanya," ujar Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies, Andi Saiful Haq kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 29/6).

Menurutnya, PDIP dan Partai Demokrat memiliki peluang untuk berkoalisi. Tapi jika PDIP tidak bisa menggandeng Demokrat atau Gerindra, pilihannya harus ke Golkar. Agar ada perimbangan kekuatan partai koalisi dan oposisi.


"Ini sebenarnya positif bagi kemajuan demokrasi di Indonesia. Akan ada koalisi pemerintahan dan oposisi yang sederhana dan efektif. Dan ini membuat demokrasi akan berjalan lebih stabil hingga 2019," ungkapnya.

Untuk menggandeng Golkar, dia mengakui, ganjalannya ada pada figur Aburizal Bakrie, Ketua Umum yang sudah ditetapkan sebagai calon presiden. Karena itu, PDIP, yang diyakininya akan mengusung Joko Widodo, harus mencari tokoh Golkar lainnya untuk dipasangkan dengan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Tokoh (Golkar) ini tentu harus punya karakter yang cukup kuat. Karena punya dua tugas berat sekaligus, mendampingi Jokowi dan memenangkan Munas Golkar 2015," ungkapnya.

Menurutnya, tokoh Golkar yang harus dibidik PDIP dan Jokowi itu harus berkarakter Proklamator RI Mohammad Hatta. Karena bagi Saiful, pasangan paling ideal dalam politik nasional adalah Sukarno-Hatta. Sukarno berasal Jawa, nasionalis, mengurus urusan dalam negeri sampai ke hati rakyat Indonesia.

"Sementara Hatta non-Jawa, diplomasi luar negerinya sangat kuat, disegani karena inteletualitasnya, dan juga orang yang sangat humanis. Mungkin figur Bung Hatta inilah yang harus ditemukan," tandasnya.

Pentingnya PDIP dan Jokowi menggaet tokoh Golkar disampaikan Jeffrie Geovanie sebelumnya. Agar, lanjut Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu, memiliki dasar mengambil-alih Golkar pada Munas 2015 dan kemudian berkoalisi dengan PDIP. "Kalau itu terjadi, partai penguasa pasca 2014 adalah PDIP didukung Golkar dengan partai penyeimbang pemerintahan yang dipimpin Demokrat. Kita lihat saja tidak lama lagi, satu tahun lagi," sambung Jeffrie. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya