Berita

hamdi muluk

Jokowi Untung di Tengah Kemuakan Rakyat terhadap Tokoh Partai

SABTU, 29 JUNI 2013 | 14:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Rakyat Indonesia sudah muak dengan tokoh-tokoh yang bakal diajukan partai politik sebagai calon presiden.

Apalagi, hampir semua nama capres yang beredar saat ini adalah tokoh tua, yang mendapat resistensi dari masyarakat. Mengutip istilah anak muda sekarang dengan 4L, Lu Lagi Lu Lagi.

Demikian disampaikan pakar psikologi politik Universitas Indonesia Hamdi Muluk kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 29/6).


"Hal itu berbarengan juga dengan rendahnya penerimaan masyarakat terhadap partai. Kalau dari partai, orang tolak. Yang agak mendingan Prabowo Subianto walau dia gerindra. Karena dipersepsikan orang dia berani. Sebatas itu saja," jelasnya.

Karena itu rakyat menginginkan tokoh alternatif. Tokoh alternatif yang digandrungi saat ini adalah Joko Widodo. Hal itu terlihat moncernya elektabilitas Gubernur DKI Jakarta berdasarkan temuan berbagai lembaga survei. "Nah, muncul tokoh baru yang bernama Jokowi yang meleset bak meteor. Tidak hanya berdasarkan hasil survei LIPI, tapi seragam (semua lembaga survei)," jelasnya.

Jokowi menjadi pilihan karena tokoh muda, mempunyai gaya baru, tidak suka formalitas, rendah hati, mau melayani, kerja keras dan dekat dengan rakyat.

"Itu yang publik inginkan. Track record-nya juga bersih. Gebrakannya di Jakarta mulai kelihatan. Makanya dia meroket sendiri. Jadi seperti kata orang Ambon, 'saya nggak ada lawan'," ungkap Hamdi dengan logat Ambon sambil tertawa. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya