Berita

yusril ihza/ist

PILPRES 2014

Yusril Ihza Mahendra: Militer atau Sipil Bukan Persoalan, yang Penting Menegakkan Hukum

JUMAT, 28 JUNI 2013 | 09:52 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Berdasarkan hasil survei beberapa lembaga, termasuk yang terakhir dari Indonesia Research Centre (IRC), mayoritas publik masih berharap presiden mendatang berlatarbelakang militer.

Bagi Ketua Majelis Syuro Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, latar belakang sipil atau militer bukanlah satu persoalan. Sebab apapun latar belakang yang memimpin, tetaplah hukum yang harus berada di paling depan.

"Militer aktif saja tanpa hukum tak bisa berbuat apa-apa," kata Yusril dalam pesan singkatnya beberapa saat lalu (Jumat, 28/6).


Mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan ini punya pengalaman ketika negara menghadapi kasus pelanggaran HAM berat dan kasus Bom Bali. Setelah ada dasar hukum, baru militer dapat bertindak. Tanpa dasar hukum, tindakan militer adalah kesewenang-wenangan.

"Sapta Marga dan Sumpah Prajurit menegaskan kesetiaan militer kepada Undang-Undang Dasar. Tindakan militer yang berada di luar hukum tetap harus diadili. Ini menunjukkan bahwa hukum di atas segala-galanya," tegas pakar hukum tatanegara ini.

Yusril pun mengingatkan bahwa kerusakan sebuah negara berawal dari ketidakpatuhan penyelenggara negara dan rakyatnya terhadap hukum. Karena itu negara harus menciptakan hukum yang adil dan rasional serta menegakkannya dengan konsisten, terhadap siapapun.

"Karenanya, persoalannya kini bukanlah pemimpin berlatar belakang militer atau sipil, tapi pemimpin yang mau menegakkan hukum dengan adil," tegas Yusril, yang siap maju dalam Pilpres 2014.

Dengan hukum yang adil dan ditegakkan dengan konsiten, Yusril melanjutkan, maka negara akan tertib, kuat dan maju. Dan kemakmuran tidak akan pernah terujud jika hukum tidak adil, atau tidak menjamin kepastian. Pun demikian, pembangunan ekonomi takkan berhasil tanpa hukum yang kuat.

"Saya mengajak segenap komponen bangsa, ayo perkuat hukum negara ini! Jangan negara ini rusak binasa karena kesalahan kita mengelolanya," demikian Yusril. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya