Berita

maruarar sirait

Punya Empat Penopang Kekuataan Menangkan Pemilu, PDI Perjuangan Juga Harus Tetap Kerja Keras

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 19:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Berdasarkan hasil survei Indonesia Research Centre (IRC), PDI Perjuangan akan memenangkan Pemilu 2014. Tiga hal yang membuat PDI Perjuangan bisa keluar sebagai pemenang karena PDI Perjuangan sebagai partai oposisi, memiliki figur yang kuat, dan merupakan partai yang ideologis.

Atas survei ini, Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait mengakui bahwa memang PDI Perjuangan memiliki beberapa penopang sehingga mendapatkan angka elektoral paling tinggi. Bahkan, kata Maruarar, PDI Perjuangan tidak hanya memiliki tiga penopang sebagaimana disebutkan oleh IRC, melainkan empat penopang.

Pertama, ungkap Maruarar, adalah konsistensi PDI Perjuangan berada di jalur oposisi. Sikap tegas dan jelas PDI Perjuangan berada di garis ini pun dihormati partai lain. Sebab PDI Perjuangan memiliki sikap jantan, daripada partai yang bergabung dan berkoalisi dengan pemerintahan, tapi sering mengganggu dari dalam.


"Bahkan Pak SBY juga menghormati posisi kita karena jelas sebagai partai oposisi," kata Maruarar Sirait kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 27/6).

PDI Perjuangan, ungkap Maruarar, bukan tidak pernah ditawari masuk dalam kabinet. Bila mau jujur, PDI Perjuangan beberapa kali mendapat tawaran untuk juga duduk dalam pemerintahan. Namun semua itu selalu ditolak karena selain demokrasi membutuhkan checks and balances, juga karena PDI Perjuangan selalu konsisten dalam sikap politik.

"Ini juga menujukkan bahwa kami bukan partai pragmatis," kata Maruarar yang juga Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih.

Penopang kedua, lanjut Maruarar adalah karena PDI Perjuangan berbasis pada ideologi. PDI Perjuangan memiliki ideologi Pancasila 1 Juni 1945, dan memiliki bingkai dalam menentukan sikap dan langkah politiknya. Bingkai itu adalah ajaran Bung Karno sebagaimana tertuang dalam Trisakti.

Bila diurai, lanjutnya, ajaran Trisaksti ini--yang  terdiri dari berdaulat dalam bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam bidang budaya--tetap diimplementasikan oleh PDI Perjuangan di tengah himpitan arus global. Dalam bidang politik misalnya, PDI Perjuangan terus mendorong pemerintah agar tetap berpolitik bebas aktif dan tidak memihak pada Blok Barat maupun Blok Timur.

Begitu juga dalam bidang ekonomi. PDI Perjuangan, kata Maruarar, selalu mendorong pemerintah agar bisa mandiri di tengah arus liberalisme ekonomi dan juga di tengah gelombang masyarakat ekonomi ASEAN. PDI Perjuangan terus berjuang agar pasar Indonesia tidak hanya menjadi objek sasaran dari Singpura dan Malaysia.

"Dalam bidang perbankan, kita pun harus mampu sejajar dan menerapkan asas resiprokal," kata Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait, yang juga anggota Komisi XI DPR.

Pun demikian, lanjut Ara, dalam bidang budaya. PDI Perjuangan selalu komitmen mengusung dan berkebudayaan Indonesia di tengah serangan pop culture dari negara lain yang begitu massif.

Kembali ke penopang kekuataan PDI Perjuangan sehingga dipercaya oleh rakyat, Ara mengatakan bahwa penopang ketiga itu adalah figur. PDI Perjuangan dipimpin dan juga dipenuhi oleh figur yang juga konsisten membela kepentingan rakyat dan juga konsisten menjaga ideologi.

PDI Perjuangan memiliki figur Megawati Soekarnoputri yang konsisten melaksanakan Ideologi Pancasila 1 Juni 1945, melaksakanakan ajaran Trisakti Bung Karno, dan juga terus konsisten membangun konsolidasi demokrasi dengan melakukan proses kaderisasi di tingkat internal. Maka di PDI Perjuangan muncul tokoh-tokoh muda baru yang tampil seperti Joko Widodo dan Ganjar Pranowo.

Penopang kekuataan keempat, dan ini tak kalah penting, lanjut Ara, adalah akar rumput. PDI Perjuangan memiliki kader yang mengakar, sama-sama konsisten dan juga sama-sama ideologis. Maka mesin partai pun berjalan dengan baik, solid dan masif.

"PDI Perjuangan memiliki struktur hingga ke tingkat RT/RW, atau hingga enam lapisan. Akar rumput ini juga menjadi penopang kekuataan PDI Perjuangan," ungkap Ara.

Masih soal survei, Ara mengatakan bahwa survei itu digelar saat ini. Artinya, masih ada sekitar satu tahun lagi menuju Pemilu 2014. Karena itu, menghadapi pertarungan yang sesungguhnya itu PDI Pejuangan harus berjuang keras, semakin menunjukkan sikap konsitensinya, dan juga harus terus mengevaluasi diri.

"Dengan survei itu kita tidak merasa di atas. Justru kita harus semakin mawas diri bahwa perjuangan masih panjang dan berliku," tegas Ara.

Ara pun berharap Pemilu dan Pilpres mendatang bisa digelar secara jujur, adil, fair dan tanpa kecuarangan. Hal yang lebih penting, Pemilu dan Pilpres harus bisa menuntaskan berbagai persoalan ekonomi, hukum, politik dan lain sebagainya. Dalam ekonomi misalnnya, ke depan, bukan hanya pertumbuhaan yang digelorakan, melainkan juga pemerataan dan keadilan. Apalah artinya ekonomi tumbuh, tapi tidak adil sehingga masih banyak rakyat yang sengasara.

"Hukum juga harus tegak dan tidak tebang pilih. Juga persoalan pluralisme. Pemimpin mendatang harus bisa menjaga pluralisme dan kebhinekaan, yang sekarang ini terkoyak. Pemerintah mendatang harus bisa memastikan tidak ada lagi konflik horisontal," demikian Ara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya