Berita

managing director bosch indonesia, rudi karimun

Bisnis

Kembangkan Bisnis di Asia Tenggara, Bosch Segera Bangun Pabrik di Jakarta

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 12:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Bosch, perusahaan global penyedia teknologi dan berbagai layanan terkemuka, mengumumkan rencana investasi sebesar lebih dari EUR 10 juta untuk pendirian fasilitas pabrik pertamanya di Indonesia. Pabrik ini direncanakan mulai berproduksi pada 2014 dan akan mengambil lokasi di sekitar Jakarta.

Pabrik tersebut akan memproduksi komponen-komponen otomotif, terutama untuk pabrikan mobil Jepang di Indonesia. Bosch merencanakan untuk merekrut lebih dari 120 eksekutif dalam tiga tahun ke depan.

"Rencana pendirian fasilitas produksi ini merupakan langkah penting yang sangat dinantikan untuk bisnis kami di Indonesia dan merupakan langkah pengembangan bisnis Bosch di Asia Tenggara," kata Presiden Bosch untuk Asia Tenggara, Martin Hayes, dalam rilis yang diterima redaksi beberapa saat lalu.


Bosch berpendapat, Asia Tenggara adalah kawasan yang berkembang paling pesat bagi perusahaannya.

"Pengembangan di Asia Tenggara dengan memanfaatkan kemampuan kami dalam bidang pabrikasi dapat mempertegas potensi pertumbuhan yang kami lihat di wilayah ini," tambah Martin

Bosch memperkirakan pada tahun 2016, jumlah volume produksi mobil di negara berkembang, khususnya yang diproduksi oleh pembuat mobil asal Jepang, akan melampaui volume produksi di negara-negara maju.

Presiden Bosch di Jepang, Herbert Hemming, mengatakan, perusahaan-perusahaan Jepang meningkatkan belanja modal mereka ke luar negeri, khususnya di negara dengan ekonomi berkembang seperti di Asia Tenggara

"Dengan terus meningkatkan bisnis kami di skala global dan kompetensi di bidang pabrikasi yang sudah dimiliki sejak lama, Grup Bosch adalah rekanan yang tepat untuk ekspansi global bagi pelanggan internasional kami," ucapnya.

Dalam rilisnya, disertakan juga data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), yang menyatakan bahwa penjualan mobil di Indonesia pada kuartal pertama 2013 meningkat 18 persen.

"Sebagai negara dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia dengan permintaan domestik yang kuat dan meningkatnya kemakmuran masyarakat, Indonesia akan segera menjadi pasar yang meminati produk-produk berkualitas tinggi,” kata Managing Director untuk Bosch di Indonesia, Rudy Karimun.

Bosch yang memulai kegiatan di Indonesia pada 1922 yakin fasilitas produksi mereka akan membantu pabrikan karena keunggulan lokasi yang lebih dekat, serta dapat memasok mereka dengan teknologi otomotif terkini. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Bawaslu Minta Masukan Insan Pers Maksimalkan Kinerja Pengawasan Pemilu

Jumat, 04 September 2026 | 04:41

Dihadiri Kapolri, Apel Kebangsaan dan Kemah Nasional PUI 2026 Bidik Kaderisasi Pemuda

Jumat, 04 September 2026 | 04:14

Jangan Sampai Indonesia jadi Jalur Lalu Lintas Narkoba Internasional!

Jumat, 04 September 2026 | 03:59

PTUN Jakarta Kukuhkan PERKAPI sebagai Organisasi Kurator yang Sah

Jumat, 04 September 2026 | 03:39

PBB Perkuat Regenerasi dan Siapkan Kader Muda Rebut Kursi Parlemen 2029

Jumat, 04 September 2026 | 03:19

TNI Perkuat Pendidikan Siswa SMP di Papua Selatan

Jumat, 04 September 2026 | 02:52

Kasus Keracunan MBG Marak Lagi, Kepala BGN Mengaku Terpukul dan Drop

Jumat, 04 September 2026 | 02:26

Harga Pertamax Tidak Naik, Daya Beli Masyarakat Terjaga

Jumat, 04 September 2026 | 01:48

Kuasa Hukum Bantah Febrie Terima Rp40 Miliar dari Pengusaha Tan Kian

Jumat, 04 September 2026 | 01:20

Penjelasan Kepala BGN soal Kasus Keracunan MBG Berulang Bikin Syok

Jumat, 04 September 2026 | 00:59

Selengkapnya