Berita

achmad rubaie

Soal RUU Ormas, PAN Tak Ingin Legitimasi Moral Politik DPR Rontok

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 09:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Setelah kemarin menggelar konsultasi dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah dan Konferensi Waligereja Indonesia, Pansus RUU Ormas DPR kembali menggelar rapat internal hari ini.

Pada Selasa (25/6) kemarin, pengesahan RUU Ormas sebagai pengganti UU 8/1985 tersebut ditunda. Ini adalah penundaan yang kedua kali setelah sebelumnya pada 12 April lalu.

"Hari ini kita rapat lagi setelah kemarin konsultasi dengan Pak Din Syamsuddin (Ketua Umum PP Muhammadiyah)," ungkap anggota Pansus RUU Ormas dari F-PAN Achmad Rubaie kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 27/6).


Tapi sikap PAN sendiri, sambung Rubaie, tidak akan berubah. Pihaknya tetap menolak RUU Ormas untuk disahkan. Alasannya, pimpinan-pimpinan ormas tetap pada sikap semula, yaitu keberatan keberadaan RUU tersebut.

"Jangan sampai buat undang-undang yang bagus untuk DPR, tapi tidak bagus untuk ormas. Undang-undang memang kita yang buat. Tapi yang memakai kan ormas. Itu filosofinya," jelasnya.

Apalagi, masih kata Rubaie, RUU Ormas tersebut merupakan inisiatif DPR, bukan dari pemerintah. Menurutnya, jangan sampai UU yang diinisiasi DPR ditolak rakyat.

"Apalagi nanti berujung (diuji materi) ke MK (Mahkamah Konstitusi), kemudian digugurkan atau bahkan dibatalkan MK, kan berarti legitimasi moral-politik DPR rontok. Berarti DPR gagal menyerap aspirasi rakyat," tandasnya.

Karena itu, Rubaie menambahkan, sejak awal, Fraksi PAN keberatan RUU Ormas tersebut disahkan. Dia mengklaim, PAN yang pertama kali menolak kemudian diikuti fraksi lain. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya