Berita

presiden sby/ist

Inilah Makna Maaf SBY dalam Tafsiran Gurubesar Hukum Internasional UI

KAMIS, 27 JUNI 2013 | 08:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Presiden SBY sudah mengklarifikasi pernyataannya terkait pernyataan maaf kepada masyarakat Singapura dan Malyasia atas asap yang berasal dari Indonesia. SBY merasa perlu mengklarifikasi di tengah-tengah kontroversi pernyataan maaf tersebut di publik Indonesia. SBY pun memastikan bahwa Indonesia sama sekali tidak takut dengan Singapura dan Malaysia bila itu menyangkut kedaulatan negara.

Menurut Gurugesar Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, publik Indonesia perlu memahami bahwa permintaan maaf dalam hubungan internasional memiliki banyak makna. Dan makna akan bergantung pada konteks mengapa "maaf" diminta atau diberikan.

Makna maaf, katanya, bisa berkaitan dengan masalah kedaulatan. Semisal, pasca Perang Dunia II hingga saat ini China menghendaki Jepang agar meminta maaf atas kekejian yang dilakukan tentara Jepang. Hingga sekarang Jepang belum memenuhi tuntutan tersebut karena tidak ingin kedaulatannya direndahkan.


"Sejumlah tokoh dan masyarakat Indonesia berpikiran demikian ketika mengkritik Presiden SBY atas pernyataan maafnya," kata Hikhamanto dalam pesan singkatnya kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 27/6).

Makna maaf lain, lanjutnya, adalah yang diklarifikasi oleh Presiden SBY kemarin. Maaf ini dalam rangka gestur atas ketidak-nyamanan yang ditimbulkan oleh Indonesia ke negara lain. Ini dilakukan untuk menjaga hubungan baik maka permintaan maaf disampaikan.

"Maaf yang disampaikan Presiden berbeda dengan maaf yg dikehendaki China terhadap Jepang karena tidak ada tuntutan permintaan maaf tersebut baik dari Singapura dan Malaysia kepada Indonesia. Di samping itu, maaf yang disampaikan Presiden bukanlah atas suatu kebijakan yang secara sengaja dilakukan pemerintah. Ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Jepang dalam perspektif China," jelas Hikhamanto.

Pasca permintaan maaf oleh SBY, masih kata Hikhamanto, Singapura dan Malaysia harus memberi ruang bagi Indonesia melakukan segala daya upaya untuk menyelesaikan asal asap. Adalah tidak patut bila pasca permintaan maaf Presiden, berbagai pihak di Singapura dan Malaysia terus mendesak dan mengkritik  pemerintah Indonesia.

"Tentu sikap demikian tidak mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Presiden SBY agar hubungan antar-negara terjada dan solidaritas ASEAN lebih dikedepankan," demikian Hikhamanto. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya