Berita

lalu mara/ist

Wasekjen Golkar Sesalkan Langkah Pemerintah Impor Cabai dari China

RABU, 26 JUNI 2013 | 09:16 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dengan alasan untuk mencegah lonjakan harga, pemerintah memutuskan untuk mengimpor cabai merah dari China. Tentu saja rencana pemerintah ini kembali menuai protes.

Bagaimana tidak, Indonesia memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam yang melimpah. Dari sisi sumber daya alam, Indonesia memiliki tanah yang luas untuk membangun sektor pertanian sehingga bisa mandiri dalam bidang pangan. Dari sisi sumber daya manusia, fakultas pertanian di berbagai universitas di Indonesia juga tersebar dari Sabang sampai Merauke.

"Apalagi Presiden kita juga doktor bidang pertanian. Jadi Indonesia memiliki keunggulan lengkap sehingga tidak perlu mengimpor," kata Wakil Sekjen DPP Partai Golkar, Lalu Mara Satria Wangsa, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 26/6).


Namun anehnya, Lalu Mara menyesalkan, pemerintah Indonesia selalu mengimpor dari luar. Padahal kebijakan impor ini sangat menguntungkan petani luar negeri, namun di saat yang sama merugikan petani dalam negeri. Padahal tugas pemerintah adalah mensejahterakaan petani dalam negeri.

"Setiap sen rupiah yang dibelanjakan untuk produk holtikultura impor, sama dengan memberi uang kesejahteraan bagi petani luar negeri. Mungkin slogan pemerintah saat ini, mari sejahterakan petani luar negeri," sindir Lalu Mara, yang sebelumnya juga pernah memperuangkan nasib petani tembakau di Lombok.

Kebijakan impor ini, lanjut Lalu Mara, juga mengindikasikan satu hal. Pemerintah lebih suka mengambil jalan pintas, daripada membuat program jangka panjang. Padahal seharusnya pemerintah membangun sentra-sentra produk holtikultura.

"Mengimpor memang mudah, cepat dan menguntungkan bagi pemburu rente. Tapi secara jangka panjang akan menciptakan ketergantungan, dan ini sangat berbahaya," demikian Lalu Mara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya