Berita

pbb/ist

PBB: RUU Ormas Memang Tidak Perlu!

RABU, 26 JUNI 2013 | 06:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dalam Sidang Paripurna kemarin (Selasa, 25/6), DPR batal mengesahkan RUU Ormas menjadi UU Ormas karena menuai banyak protes, termasuk dari massa organisasi Islam modern terbesar di Indonesia, Muhammadiyah.

RUU Ormas, kata Ketua DPP Partai Bulang Bintang (PBB), Tumpal Daniel, memang hanya menambah masalah saja dan tidak perlu sama sekali. RUU ini pun hanya menumbuhkan rasa kecurigaan antara-elemen bangsa serta tidak sehat untuk masa depan bangsa yang memerlukan kerukunan dan kebersamaan antar-golongan. Ormas pun menjadi salah satu pilar bangsa yang harus lebih diperbanyak dan dikuatkan.

"Jadi tidak benar bila pemikiran untuk menafikan atau menganaktirikan pilar bangsa ini dikembangkan. Jangan membuat pengotakan peran dan fungsi setiap pilar yang ada di masyarakat," kata Daniel kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 26/6).


Daniel mengingatkan bahwa banyak ormas di Indonesia yang tidak bermasalah, sehingga RUU Ormas memang tidak perlu, serta DPR dan pemerintah tidak perlu mengganggu eksistensi ormas selama tidak berbuat makar serta membahayakan rakyat. Apalagi, dalam kadar tertentu, bahkan banyak ormas yang siap menjadi pembela negara dan berkontribusi di masyarakat.

"Yang pokok saat ini adalah semua harga kebutuhan pokok naik akibat kesalahan pemerintah," ungkap Daniel, menyinggung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Bila ada ormas yang disusupi kepentingan asing, lanjut Daniel, maka cukup ormas itu saja yang diawasi oleh pemerintah, dan peraturan itu cukup memadai. Bukan malah memojokkan ormas-ormas keagamaan dan ekspresi berserikat masyarakat lainnya yang tumbuh dari akar budaya.

"Jangan utak-atik ormas yang sebenarnya tidak bermasalah. Dan kita harus hati-hati dengan titipan asing," demikian Daniel. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya