Berita

sby

PKS Aman karena SBY Sadar Kebijakannya Tak Pro Rakyat

SELASA, 25 JUNI 2013 | 14:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Posisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di partai koalisi pendukung pemerintah diyakini akan tetap aman. Tiga kadernya yang duduk di Kabinet Indonesia Bersatu II tak akan dicopot SBY meski partai tersebut berani menolak kebijakan kenaikan harga BBM.

"Itu hebatnya PKS. Tahu presidennya lembek, nggak tegas, dia manfaatkan kelembekan dan ketaktegasannya. Saya yakin PKS akan tetap jadi bagian daru koalisi," ujar pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta Mamun Murod Al Barbasy kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 25/6).

Selain itu, ketidakberanian mengeluarkan PKS juga karena SBY sadar bahwa kebijakan menaikkan harga BBM memang bukan pro untuk rakyat. Kalau kebijakan kenaikan harga BBM dan juga kebijakan lainnya yang ditentang PKS itu murni pro rakyat, Mamun yakin SBY akan berani mengeluarkan partai yang bersangkutan dari koalisi.


"Tapi karena kebijakan yang selama ini dibuat bukan untuk kepentingan rakyat, ya SBY ada kegamangan. Dan kegamangan ini ditambah langgam kepemimpinan SBY yang lembek ya semakin terlihat kelembekan SBY," ungkap Sekretaris Asosiasi Ilmu Politik Indonesia (AIPI) DKI Jakarta ini.

"Kalau benar kebijakan SBY pro rakyat, jangankan PKS, terhadap Golkar pun berani dia keluarkan dari koalisi. Golkarkan lebih licik dari PKS. Golkar dukung BBM kemarin, karena Ical dapat 155 miliar lebih," tandas bekas politikus Demokrat ini sambil tersenyum karena menyinggung alokasi anggaran Rp 155 miliar dari APBNP 2013 untuk penanggulangan korban lumpur Lapindo. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya