. Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) melepas keberangkatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) formal untuk bekerja di berbagai perusahaan di sembilan negara atau kawasan.
Kesembilan negara dan kawasan itu adalah Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Myanmar, Papua New Guinea (PNG), Amerika Serikat, Afrika (Zambia dan Geunia Equatorial), Australia, serta Eropa. Pelepasan para TKI itu pun dilakukan langsung oleh Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, di Jakarta (Senin, 24/6).
"Secara bertahap, mereka mulai berangkat Selasa pekan ini," tegas Jumhur.
Sebelumnya, sebagaimana disampaikan dalam keterangan kepada redaksi, BNP2TKI memberangkatkan 75 TKI sektor formal program kerjasama antar-pemerintah atau Government to Government (G to G) ke Korea Selatan pada Senin pagi (24/6).
Sebelumnya, sebagaimana disampaikan dalam keterangan kepada redaksi, BNP2TKI memberangkatkan 75 TKI sektor formal program kerjasama antar-pemerintah atau
Government to Government (G to G) ke Korea Selatan pada Senin pagi (24/6).
Sedangkan 383 TKI itu di antaranya 93 orang untuk penempatan G to G ke Korea, yang akan bekerja di bidang manufaktur serta perikanan. Kemudian, 155 TKI perawat G to G ke Jepang terdiri 48 TKI perawat rumah sakit
(nurse) dan 107 untuk perawat lanjut usia
(careworker).
Di luar Korea dan Jepang, sebanyak 25 orang akan bekerja di Taiwan pada sektor rumah tangga, yang secara khusus juga menangani perawatan orangtua jompo. Adapun ke Amerika Serikat, Australia, dan Eropa berjumlah 30 yang seluruhnya TKI pelaut di perusahaan kapal pesiar, ditambah 80 TKI pekerja konstruksi dengan tujuan Zambia, Geunia Equatorial, Myanmar, serta PNG.
Dengan demikian, jumlah 383 TKI itu berdasarkan 248 orang melalui program G to G yang ditempatkan langsung BNP2TKI, dan sisanya dilakukan Pelaksana Penempatan TKI Swasta (PPTKIS) dengan pengawasan dokumen ketenagakerjaan oleh BNP2TKI.
Mengenai besaran upah atau gaji, TKI G to G Korea memperoleh antara Rp 10-22 Juta per bulan. Para TKI G to G Jepang mendapatkan Rp 20 juta per bulan untuk kategori nurse dan Rp 15 Juta untuk careworker. Sementara para TKI Taiwan digaji Rp 6 Juta per bulan, TKI di Zambia bergaji bulanan Rp 6,5 Juta serta bagi TKI di Geunia Equatorial besaran gajinya Rp 4,5-10,8 juta, yang disesuaikan jenis jabatan TKI pada sektor kontruksi.
Para TKI sektor konstruksi di PNG juga akan bergaji lumayan, berkisar Rp 3,6-18 juta setiap bulannya dengan mempertimbangkan jabatan pekerjaan TKI. Begitu pun di Myanmar, TKI konstruksi akan bergaji antara Rp 4-10 juta per bulan. Untuk di kapal pesiar Amerika Serikat dan Australia, para TKI diberi standar gaji bervariasi Rp 4,5-17 juta per bulan bahkan bisa melebihi Rp 17 juta, dan Rp 7,6-13,5 juta kepada TKI kapal pesiar di Eropa.
[ysa]