rmol
rmol
Guna menanggulangi kerugian akibat cost BBM lebih tinggi, para sopir angkutan kota (angkot) di Garut terpaksa menaikan tarif angkutan secara sepihak dengan kisaran menaikan tarif 50 persen. Dinaikanya tarif tanpa ada persetujuan Dinas Perhubungan dan Organda dilakukan karena pengeluaran untuk bahan bakar lebih besar dari pada pendapatan dari penumpang.
Ade Supriadi, salah seorang sopir angkot kota jurusan Samarang-Terminal Guntur, mengatakan, tarif sudah dinaikan sekitar 50 persen meski surat keputusan dari Dishub dan Organda belum diterima. Menaikan tarif sepihak, beralasan karena setoran kepada pemilik angkot naik serta biaya BBM lebih tinggi dan memberatkan para sopir angkot.
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Senin, 13 April 2026 | 14:18
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Senin, 13 April 2026 | 08:21
UPDATE
Kamis, 23 April 2026 | 00:02
Kamis, 23 April 2026 | 00:00
Rabu, 22 April 2026 | 23:32
Rabu, 22 April 2026 | 23:29
Rabu, 22 April 2026 | 23:18
Rabu, 22 April 2026 | 23:00
Rabu, 22 April 2026 | 22:59
Rabu, 22 April 2026 | 22:52
Rabu, 22 April 2026 | 22:32
Rabu, 22 April 2026 | 22:30