Berita

alvin lie/ist

HARGA BBM NAIK

Iklan Sosialisasi Kenaikan Harga BBM Menunjukkan Pemerintah Konyol

SENIN, 24 JUNI 2013 | 09:33 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Beragam iklan soal sosialisasi harga bahan bakar minyak (BBM) membuktikan dan menunjukkan pemerintah konyol. dalam iklan itu, misalnya pemerintah beralasan bahwa selama ini subsidi BBM tidak tepat sasaran.

"Sudah lama tahu Subsidi BBM tidak tepat sasaran, tapi tetap aja dilestarikan. Kenapa?" kata mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Alvie Lie, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 24/6).

Menurut Alvin Lie, SBY harus menjelaskan kepada publik mengapa subsidi BBM yang tidak tepat sasaran itu tidak diganti saja dengan sistem lain. Dengan hanya menaikkan harga BBM, itu artinya sama saja dengan terus memberi subsidi yang tidak tepat sasaran.


"APBN mubazir. Kenapa pmrintah tidak ubah sistem subsidi?" ungkap Alin Lie, yang dulu dikenal sebagai Cowboy Senayan karena pandangan-pandangannya yang kritis dan tajam.

Karena itu, ungkap Alvin, pemerintah tidak cukup sekedar mengiklankan bahwa subsdi BBM tidak tepat sasaran. Pemerintah juga harus menjelaskan bahwa subsidi yang tepat sasaran itu seperti apa, dan siapa sebenarnya yang menjadi sasaran dari subsidi tersebut.

"Makin sering lihat iklan sosialisasi Harga BBM, jadi makin mangkel sama pemerintah. Dianya yang bodoh, anggap rakyat bodoh dan coba bodohin rakyat," tegas Alvin.

Alvin Lie pun mencatat, sejak tahun 2005 lalu, pemerintahan SBY selalu mengatakan bahwa subsidi BBM ini tidak tepat sasaran. Tapi anehnya, pemerintah sama sekali tidak mau mengubah sistem ini, dan hanya mengutak-atik harga BBM.

"Harga BBM jadi komoditas politik," tegas Alvin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya