Berita

Senjata Nuklir Pakistan/ist

Dunia

Senjata Nuklir Pakistan Dilindungi 25 Ribu Pasukan Khusus

MINGGU, 23 JUNI 2013 | 15:28 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pakistan telah menambah pasukan khususnya menjadi 25.000 orang. Ini
merupakan langkah untuk melindungi dan mengelola aset strategis, termasuk senjata nuklir.

"25.000 personel keamanan khusus yang telah dilatih secara khusus, telah dikerahkan untuk melindungi aset nuklir," kata Menteri Keuangan, Ishaq Dar mengatakan pada Sabtu (22/6) dalam penutupan perdebatan mengenai anggaran 2013-2014 di Majelis Nasional, seperti dikutip UPI News (Minggu, 23/6).

Divisi Perencanaan Strategis, yang mengelola senjata nuklir, juga telah mendirikan akademi pelatihan bagi pasukan keamanan

Divisi Perencanaan Strategis, yang mengelola senjata nuklir, juga telah mendirikan akademi pelatihan bagi pasukan keamanan

Nantinya kata Menteri Dar, pasukan keamanan yang terlatih ini diharapkan selalu siap dalam semua kondisi dan kemungkinan yang terjadi berdasarkan
pengalaman masa lalu dan skenario potensial yang melibatkan aset
strategis.

Program aset strategis Pakistan ini dibentuk berdasarkan pada fondasi yang kuat dan memenuhi standar keamanan internasional, juga sistem manajemen aset nuklir sebagaimana yang ditetapkan oleh kelompok organisasi seperti Nuclear Suppliers Group (NSG) dan Missile Technology Control Regime (MTCR). [rsn]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya