Berita

monorel karya anak bangsa/ist

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan: Monorel Karya Anak Bangsa Tidak Kalah dengan Kuala Lumpur

MINGGU, 23 JUNI 2013 | 07:40 WIB | LAPORAN:

RMOL. Pemerintah pusat tetap mendukung program monorel yang digagas pemerintah DKI Jakarta di bawah kepemimpinan gubernur dan wakil gubernur, Joko Widodo (Jokowi)-Basuki T Purnama (Ahok).

Demikian disampaikan Mentri BUMN, Dahlan Iskan dalam pidato pameran monorel yang didakan PT. Jakarta Monorail dalam HUT DKI Jakarta ke-486 di Silang Barat daya Monumen Nasional (Monas) tadi malam (Sabtu, 22/6).

Sebelum meresmikan, Dahlan mengajak seluruh dirut BUMN konsorsium untuk naik ke atas panggung. Dahlan mengaku sangat bangga akhirnya masyarakat bisa melihat hasil karya monorel buatan anak negeri.


"Saya selalu akan dukung apapun yang akan diputuskan. Mau dipake atau nggak ya ngak apa-apa," ujar Dahlan dengan senyum khasnya di atas panggung

Lebih lanjut Dahlan mengatakan, mock up monorel ini sudah diuji cobakan beberapa bulan lalu di Madiun, sehingga masyarakat tak perlu meragukan monorel buatan anak negeri tersebut.

"Kami sudah coba di Madiun tiga bulan. Nggak perlu disempurnakan. Kita boyong, termasuk sistem operasional tiketingnya. Nanti terserah pak Jokowi mau dipake atau nggak. Yang penting anak bangsa bisa kerjakan monorel ini yang nggak kalah dengan monorel di Kuala Lumpur. Ini kapasitas dua kali lipat. Sistemnya tidak kalah modern," ujar pria yang gemar memakai kemeja putih itu.

Dalam acara tersebut, setidaknya ada tiga jenis mock up monorel yang dipajang, yakni Mock Up Monorel Jabodetabek atau Jakarta Link Transportation (JLT), Mock up Automatic People Mover System (APMS) khusus untuk menuju bandara Soekarno-Hatta dan Mock Up Monorel Automatic Container Transportation (ATC) untuk pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Peresmian pameran ini ditandai dengan penekanan sirene secara bersama-sama yakni, Dahlan Iskhan, Jokowi, Edward Suditama, dan kepala BUMN konsorsium yang terlibat dalam pembuatan monorel ini yakni, Adhi Karya, INKA, LEN, Jasa Marga, Angkasa Pura II, Pelindo, dan Telkom Indonesia. [rsn]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya