Berita

akbar tanjung

Akbar Tandjung: Mungkin Pak SBY Terinspirasi dengan Konvensi Golkar

JUMAT, 21 JUNI 2013 | 20:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Konvensi Partai Demokrat ditengarai terinspirasi dari konvensi untuk menjaring calon presiden yang dilakukan Partai Golkar pada tahun 2004 lalu.

"Mungkin Pak SBY terinspirasi dengan konvensi Partai Golkar di 2004 yang pada akhirnya (Golkar) menjadi pemenang pemilu," kata Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung (Jumat, 21/6).

Karena itu, Akbar yang mengungkapkan itu dalam sambutannya pada pembukaan Pembekalan Caleg dan Pengukuhan Badan Koordinasi Pemenangan Pemilu (BKPP) di Hotel Westin, Bali, melanjutkan, tekad Partai Golkar harus kuat untuk memenangi Pemilu, melebihi tekad partai-partai lainnya. "Maka DPP Partai Golkar harus betul-betul fokus dalam pemenangan Pemilu 2014."


Akbar beralasan Partai Golkar harus fokus karena hampir semua partai berkeinginan untuk menang dengan cara mereka masing masing. "Partai-partai lain pasti  akan all out untuk menang atau paling tidak mencapai ambang batas. Maka terbentuknya kelembagaan pemenangan di Partai Golkar harus maksimal memenangkan pemilu," tandas Akbar.

Sebelumnya, Jeffrie Geovanie, pengamat yang pertama kali menganjurkan partai politik menggelar konvensi, juga mengatakan senada. Menurutnya, Pemilu 2014 yang diikuti 12 partai hampir bisa dipastikan, faktor keterkenalan partai merata.

Karena itu, mau tidak mau partai-partai harus mampu mencari strategi jitu yang membuatnya berbeda dan menarik dibanding partai lain. Persoalannya, justru terlihat saat ini partai-partai seperti kehilangan kreatifitas.  

Padahal, sesungguhnya ada ide lama yang bisa dimunculkan kembali, tentu dengan perbaikan proses dan mekanismenya. Misalnya, konvensi partai untuk menentukan calon presiden, seperti pernah dilakukan Golkar di bawah kepemimpinan Akbar Tanjung. Saat itu Partai Golkar tengah terpuruk. Tapi setelah konvensi capres bergulir, jagad politik nasional heboh.

"Masyarakat pemilih dipaksa untuk mengikuti dari hari ke hari konvensi tersebut. Dan terbukti kemudian Golkar memenangkan Pemilu (2004)," ujar Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) ini awal April lalu.

Ide konvensi Golkar tersebut tinggal disempurnakan saja saat ini. Misalnya penentuan pemenang serahkan pada pemilih di Indonesia melalui survei yang dilakukan oleh lembaga yang kredibilitasnya mumpuni. "Dengan begitu akan banyak capres-capres alternatif mengikuti konvensi itu. Dan tentu saja tinggal dibuatkan panggung-panggung di televisi nasional perdebatan antara capres-capres tersebut."

Lewat mekanisme itu, masyarakat menjadi melihat dan mengenal kemampuan calon pemimpin mereka. Karena itulah, Jeffrie berkeyakinan, ide konvensi capres itu ideal sekali. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya