Berita

ilustrasi/ist

PKS: Penyelundup BBM Bersubsidi Lebih Ganas dari Koruptor!

JUMAT, 21 JUNI 2013 | 14:49 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Maraknya aksi penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) subsidi di berbagai daerah menjelang pengumuman penaikan harga BBM, sudah sangat menghawatirkan. Karena itu, pemerintah diminta bertindak tegas terhadap berbagai aksi penyelundupan BBM yang marak belakangan ini.

Menurut anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  DPR RI, Yan Herizal, selama ini penyalahgunaan BBM subsidi seperti aksi penyelundupan dan penggunaan BBM subsidi oleh kalangan industri belum mendapatkan penanganan yang serius dari pemerintah, sehingga makin marak menjelang pengumuman penaikan harga BBM.

"Pemerintah harus tegas dan mengerahkan seluruh aparatnya untuk mengatasi penyalahgunaan BBM seperti penyelundupan dan penggunaan BBM bersubsidi oleh kalangan industri," katanya beberapa saat lalu (Jumat, 21/6).


Sebenarnya, kata Yan, jika berbagai penyelewenagan pemakaian BBM bersubsidi seperti tindakan penyelundupan dan penggunaan BBM bersubsidi oleh kalangan industri itu bisa diatasi, maka pemerintah tidak perlu menaikan harga BBM. Berbagai penyelewengan penggunaan BBM subsidi itulah yang membuat distribusi yang diperuntukkan bagi rakyat menjadi salah sasaran.

"Maraknya penyelundupan dan penggunaan BBM subsidi oleh kalangan industri, membuat rakyat membayar melalui kenaikan harga BBM yang akan diumumkan pemerintah dalam waktu dekat ini," ujarnya.

Yan Herizal menambahkan bahwa berbagai aksi penyalahgunaan penggunaan BBM subsidi seperti tindakan penyelundupan dan penggunaan BBM bersubsidi oleh kalangan industri yang terjadi selama ini, sebenarnya telah membuat negara merugi sangat besar.

"Para penyelundup dan industri pengguna BBM bersubsidi lebih ganas daripada koruptor, karena besarannya mencapai Rp 52 triliun, sehingga menciptakan kemiskinan baru sebanyak 15 juta jiwa," tegasnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya