Berita

HARGA BBM NAIK

Wasekjen PAN Nilai Angka BLSM Terlalu Kecil

JUMAT, 21 JUNI 2013 | 14:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (Perubahan) 2013 otomatis memastikan langkah pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. BBM bersubsidi untuk premium akan naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500, sedangkan solar akan naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500.

DPR pun sudah menyetujui pengajuan pemerintah atas Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebesar Rp 9,3 triliun. Menurut pemerintah, BLSM tersebut akan dialokasikan bagi 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang pendapatannya akan tergerus sebagai akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

Wakil Sekretaris Jendral DPP PAN, Wahyuni Refi, dalam rilis yang diterima redaksi beberapa saat lalu, mengatakan, pemerintah harus bergerak cepat untuk memastikan kapan harga BBM akan dinaikkan agar terjadi kepastian pasar dan menyalurkan BLSM sebagai bentuk proteksi kepada masyarakat miskin agar tidak kehilangan daya beli.


"Besaran BLSM yang diberikan kepada masyarakat sebaiknya mempertimbangkan kenaikan inflasi terutama menjelang tahun ajaran baru, Ramadhan, dan Idul Fitri. Jika inflasi mencapai di atas 10 persen, BLSM sebesar Rp 150.000 yang dibagikan ke tiap keluarga miskin tidak akan pernah mencukupi untuk menutup kenaikan harga-harga kebutuhan pokok," ucapnya.

Mantan Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ini, menambahkan, besaran BLSM sebaiknya minimal Rp 500.000 diberikan kepada setiap warga yang berhak mendapatkan. Sekaligus dia menepis kritikan sejumlah pihak tentang BLSM yang dianggap sebagai upaya upaya pembodohan rakyat. Justru menurut dia BLSM adalah upaya untuk melindungi masyarakat dan itu merupakan kewajiban pemerintah.

Dia juga meminta pemerintah menjamin ketersediaan BBM di luar Jakarta, terutama di pinggiran Jawa, karena seringkali justru yang menjadi problem adalah tidak tersedianya pasokan BBM yang memadai dari pusat dan terjadinya penimbunan BBM. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya