Berita

saiful haq

Demokrat-PDIP Berkoalisi, Gerindra Gandeng Partai Golkar

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 15:14 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Demokrat terbuka kemungkinan untuk berkoalisi pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq, menjelaskan, kecenderungan politik menunjukkan ada tiga partai yang memiliki momentum untuk menang di 2014, hal yang tidak dimiliki partai lain.

Pertama, PDI Perjuangan dengan euforia publik atas sosok Joko Widodo diyakini akan menderek elektabilitas partai berlambang kepala banteng tersebut. Kedua, Partai Gerindra dengan sosok Prabowo Subianto sebagai antitesis kepemimpinan SBY juga ikut berkontribusi pada elektabilitas partai tersebut.


Ketiga Demokrat, melalui kembalinya kontrol partai ke Majelis Tinggi, serta agenda bersih-bersih oleh SBY, ditambah agenda konvensi yang menjadi terobosan baru Partai Demokrat untuk mencari kandidat capres 2014.

"Dari kecenderungan tersebut, maka tiga partai tersebut kemungkinan besar akan saling berkoalisi," ungkapnya kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 20/6).

Perolehan suara pemilu legislatif 2014 akan menjadi penentu negosiasi menuju koalisi. Perdebatan yang akan alot tentu adalah tentang partai mana yang mendapat kursi capres dan siapa yang cawapres.

Meski begitu, Saiful Haq menilai, PDIP dan Gerindra sulit untuk berkoalisi. Karena PDIP punya pengalaman buruk dengan Gerindra dalam Pilkada DKI Jakarta. Satu luka yang belum sembuh dalam waktu dekat. "Yaitu soal klaim Gerindra tentang kemenangan Jokowi-Ahok di DKI," jelasnya.

Yang paling mungkin, menurut Saiful Haq, Demokrat berkoalisi dengan PDIP, sementara Gerindra akan menggandeng Golkar.
 
Apa mungkin Golkar-Gerindra berkoalisi sementara dua partai ini sama-sama sudah punya capres?

"Golkar adalah partai yang selalu realistis menetapkan keputusan politiknya. Elektabilitas Aburizal Bakrie yang jauh di bawah Prabowo dan Jokowi, akan membuat Golkar berhitung seribu kali untuk memaksakan diri merebut kursi capres. Yah cawapres akan menjadi pilihan yang rasional bagi Golkar," tandasnya.

Penilaian kemungkinan Demokrat-PDIP akan berkoalisi disampaikan Jeffrie Geovanie sebelumnya. Bagi Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) itu, koalisi kedua partai itu karena adanya kesamaan untuk mendorong tokoh muda maju pada Pilpres 2014 mendatang.

"Kenegarawanan Megawati dan SBY, juga kebesaran hati mereka berdua yang sama-sama tulus menyiapkan pemimpin muda di 2014 ini yang justru menjadi modalitas kedua partai tersebut berkoalisi, kita lihat saja, tidak lama lagi," ungkapnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya