Berita

prananda prabowo/ist

Prananda Prabowo dan Dinamika Politik PDI Perjuangan yang Mulai Menggeliat

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 13:28 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dinamika politik di internal PDI Perjuangan mulai menggeliat. Hal ini tak jauh dari prediksi sementara kalangan yang menilai akan ada perubahan peta politik di partai berlambang banteng moncong putih ini, sepeninggal Taufiq Kiemas.

Riak dinamika itu ditandai dengan ucapan Joko Widodo soal Muhammad Prananda Prabowo. Joko Widodo mengaku pernah ditanya oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, soal Prananda. Joko Widodo pun menilai sosok Prananda sangat potensial menjadi pengganti Megawati.

Fakta ini pun menandai dua hal, bila benar pengakuan Joko Widodo tersebut. Pertama, Megawati mulai memikirkan regenerasi kepemimpinan setelahnya. Dan kedua, dan ini yang lebih menarik, adalah soal dukungan diam-diam Megawati kepada Prananda.


Prananda adalah anak kedua Megawati dari suami pertama, almarhum Lettu Penerbang Surindro Supjarso. Adik Mohammad Rizki Pratama dan kakak seibu Puan Maharani ini jarang tampil ke publik. Bila pun tampil ke publik, sebagaimana namanya mulai berkibar saat Kongres PDI Perjuangan di Bali 2010 lalu, pria kelahiran 3 April 1970 sangat hemat untuk berbicara. Ia terkesan sembunyi dari publikasi media.

Saat Kongres PDI Perjuangan di Bali itu, muncul rumors di permukaan bahwa ada dua calon Ketua Umum PDI Perjuangan yang dipersiapkan. Prananda disebutkan sebagai calon ketua umum yang didukung oleh Megawati, sementara Puan Maharani adalah calon penerus yang disokong Taufiq Kiemas.

Di tengah sosok Prananda yang enggan tampil ke publik, Puan Maharani pun menepis isu dan rumors ini, serta menegaskan bahwa ia dan Prananda memiliki hubungan yang sangat baik.

Di internal PDI Perjuangan, ada sekelompok pihak yang disebutkan mulai berdiri di belakang Prananda. Kubu ini pun secara diametral berbeda dengan kelompok lain, yang berdiri di balik ketokohan Puan Maharani. Saling dukung kepada dua sosok ini semakin hari semakin mengkristal.

Namun berbeda dengan Puan yang sudah memiliki posisi penting di partai dan duduk di Senayan, Prananda disebut-sebut lebih sering "menyepi" untuk terus mendalami ideologi Bung Karno. Sosok pendiam itu pun dikenal menguasai bidang teknologi informasi dengan sangat baik.

Di balik sosok pendiamnya, Prananda pun seakan-akan menebar terus sisi misterinya. Ia, misalnya, memiliki blog, yang sejak Kongres di Bali hingga saat ini belum terisi apa-apa. Ia seakan membiarkan publik terus penasaran, sehingga ada juga yang percaya bahwa ia sebenarnya sedang dipingit untuk tampil bila waktunya sudah tiba.

Namun yang pasti, ada juga yang meragukan kapasitas Prananda, meskpiun ia sudah dipercaya Megawati untuk memantau langsung Pilkada Bali beberapa waktu lalu. Mas Nanan, begitu ia disapa di internal PDI Perjuangan, dinilai tidak memiliki karir politik dari bawah. Penilaian ini misalnya sempat dilontarkan oleh gurubesar Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf.

Namun, sepertinya juga, Prananda mulai membuka tabir. Ia sepertinya juga mau menjawab beberapa pihak yang meragukan kapasitas politiknya. Dalam akun twitter @pranandaprabowo, ia berkicau:

"Politik bukan hanya urusan tampil menampil saja. Politik itu bisa dilakukan dimana saja, semampu kita. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita dapat memahami dan mengerti hakekat dasar kehidupan berpolitik,"

Tentu saja, ini bukan hanya soal Prananda. Ini juga soal nasib PDI Perjuangan di masa mendatang. Dan hingga kini, masih banyak yang percaya, PDI Perjuangan harus tetap dipegang oleh trah Bung Karno.

Tentu saja, selain Prananda dan Puan, sosok lain yang juga patut diperhitungkan adalah Puti Guntur Soekarnoputra, yang kabarnya juga memiliki pengikut setia.

Soal sikap dan dukungan Megawati, ada juga yang menyebutkan bahwa sebenarnya puteri Bung Karno ini tidak mendukung siapa-siapa. Megawati lebih menyerahkan suksesi ini kepada proses politik yang alami, dan kepada ketangguhan politik calon penggantinya itu.

Dan apa pun itu, situasi politik PDI Perjuangan akan semakin menarik dan dinamis di masa-masa mendatang. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya