ilustrasi/ist
ilustrasi/ist
"Karena mereka adalah partai nasional. Itu jaminan UU. Tidak ada satu pun aturan dalam UU yang memberi peluang penghilangan dapil, dan tidak ada satu jua kewenangan yang diberikan oleh UU kepada KPU untuk melakukan hal itu," kata Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahuddin, beberapa saat lalu (Kamis, 20/6).
Jadi, ungkap Said, penghapusan dapil kepada sejumlah parpol oleh KPU tidak sekedar pelanggaran terhadap UU, tetapi juga bertentangan dengan konstitusi, hak asasi manusia, dan spirit demokrasi. Sebab, setiap warga negara dijamin haknya untuk dipilih.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43
UPDATE
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07
Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46
Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03