Berita

sby-boediono/ist

Terbukti Pemerintahan SBY-Boediono Lamban Mengelola Anggaran

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 10:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Rendahnya realisasi belanja negara menjelang akhir semester I/ 2013 mencerminkan bahwa pemerintahan SBY-Boediono lamban dalam mengelola keuangan Negara.

"Rendahnya penyerapan ini mencerminkan masih lemahnya perencanaan dan pengelolaan anggaran yang ada pada setiap kementrian. Dan memang masih lemahnya peraturan yang ada pada setiap kementrian. Ditambah lemahnya kapasitas birokrasi yang ada," kata anggota Komisi XI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ecky Awal Mucharam, beberapa saat lalu (Kamis, 20/6).

Berdasarkan rilis yang diterbitkan oleh Kementrian Keuangan, hingga per 7 Juni 2013, realisasi belanja Negara hanya 32 persen dari pagu 2013.  Penyerapan terparah ada pada belanja modal yang baru terealisasi 14 persen dari pagu anggaran. Sedangkan serapan yang tertinggi saat ini ada pada belanja pegawai sebesar 40,2 persen.


Ecky menyayangkan karena penyerapan anggaran sebagai penggerak roda perekonomian pertumbuhannya melambat di saat rencana pemerintah yang akan segera menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pada kondisi tekanan ekonomi global saat ini.

"Coba bayangkan, pada tahun 2004 APBN kita Rp 400 triliun sedangkan pada tahun 2013 APBN kita meningkat Rp 1.600 triliun. Ini naik empat kali lipat, beban meningkat pesat tapi tidak dibarengi dengan peningkatan kapasitas birokrasi baik dari sisi SDM dan aturan yang ada, pelaksanaan yang tetap setiap tahunnya yang tidak ada penyesuaian," demikian Ecky. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya