Berita

presiden sby/ist

HARGA BBM NAIK

Mahasiswa Ajari Pemerintahan SBY Menyelamatkan APBN Tanpa Harus Menaikkan Harga BBM

KAMIS, 20 JUNI 2013 | 09:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila pemerintahan SBY mau kreatif, ada banyak cara untuk menyelamatkan APBN tanpa harus menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sekjen Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) Dhika Yudistira, pun mengajak semua pihak untuk melihat data statistik BPS soal jumlah seluruh kendaraan di Indonesia. Pada tahun 2011, jumlah seluruh kendaraan di Indonesia adalah 85,6 juta, yang terdiri dari mobil penumpang, bis, truk, dan sepeda motor. Dari 85,6 juta itu, 76 persennya adalah adalah sepeda motor. Sementara mobil penumpang hanya 9,5 juta yang 80 persennya terdiri dari mobil tua yang sudah tak layak jalan.

Artinya, ada 68 juta pengguna sepeda motor yang berasal darai kalangan kurang mampu dan susah menggunakan jasa angkutan umum masih lebih mahal daripada ongkos yang mereka keluarkan untuk membeli BBM. Bila dibandingkan dengan 242 juta jiwa penduduk Indonesia, maka jelas pemilik kendaraan pribadi seperti mobil atau kendaraan lainnya yang hanya dapat dibeli oleh golongan orang mampu atau lebih dari mampu itu kurang dari 5 persen.


"Artinya 95 persen subsidi BBM itu sudah tepat sasaran," kata Dhika beberapa saat lalu (Kamis, 20/6).

Bila pemerintah mau mengurangi subsidi, lanjut Dhika, alangkah lebih baik bila dibebankan kepada 5 persen pemilik kendaraan yang berada dari kalangan atas. Misalnya dengan menaikkan pajak STNK bagi pemilik kendaraan mewah, misalnya 10 atau 15 persem dari harga pembelian. Contohnya, bila harga mobil itu senilai Rp 1 miliar maka pemilik kendaraan mewah itu harus membayar pajak STNK sebesar Rp 100-150 juta. Pajak ini dapat dialihkan untuk membantu menyelamatkan APBN,

Dhika melanjutkan, bila harga minyak mentah dunia untuk light sweet, yang di Indonesia menjadi bahan bakar minyak tipe premium, itu sekitar 95 dolar per barel maka bila dihitung 10 persen pajak dari harga pembelian kendaraan pribadi yang harganya Rp 1 miliar tadi berarti dapat dapat membeli 100 barrel minyak mentah light sweet. Satu barel minyak light sweet sama dengan 42 Gallons AS atau sama dengan 159 liter. Sehingga 100 barel dapat menghasilkan 15.900 liter minyak mentah.

"Dapat ditarik kesimpulan dari contoh di atas bahwa masih banyak langkah solutif yang seharusnya bisa diambil oleh pemerintah dalam hal menaikkan atau mencabut subsidi BBM yang jelas-jelas membebani dan menyengsarakan rakyat kurang mampu atau menengah ke bawah karena efek dari kenaikan harga BBM yang akan mempengaruhi kenaikan harga-harga lainnya," tegas Dhika.

Dhika menambahkan, apabila terjadi pencabutan BBM bersubsidi pun bisa dilakukan hanya pada kendaraan pribadi dan mewah saja. Dan itu akan menghemat kurang lebih Rp 40 triliun dan bisa mencegah lonjakan kenaikan harga bahan pokok.

"Apalagi yang kita ketahui sebentar lagi kita akan melewati bulan puasa dan Idul Fitri yang jelas-jelas akan semakin membuat harga pokok melambung tinggi dan semakin menyengsarakan rakyat," demikian Dhika. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya