Berita

fadli zon/ist

Fadli Zon: BBM Tak Perlu Naik Bila Pendapatan BUMN Signifikan

RABU, 19 JUNI 2013 | 15:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Salah satu penyebab akan dinaikannya harga bahan bakar minyak (BBM) karena postur APBN saat ini dianggap tak sehat. Pendapatan negara di APBN Perubahan 2013 diprediksi turun Rp 27,2 triliun.

"Fakta ekonomi nasional kita saat ini sangat memprihatinkan. Defisit APBN per akhir Mei sudah mencapai Rp 25,9 triliun. Padahal pada periode yang sama tahun lalu, Mei 2012, anggaran kita masih surplus Rp 27 triliun," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, beberapa saat lalu (Rabu, 19/6).

Defisit ini, katanya, disebabkan oleh tingginya belanja dan rendahnya pendapatan. Belanja negara di APBNP mencapai Rp 1.726 triliun, sementara pendapatan hanya Rp 1.502 triliun. Minimnya pendapatan inilah yang harusnya juga diperhatikan.


"Salah satu penyebab keterpurukan anggaran Indonesia disebabkan minimnya kontribusi pendapatan dari BUMN. Kemana uang keuntungan BUMN?" tanya Fadli.

Fadli pun mencatat peran dan kontribusi BUMN masih sangat minim. Padahal, salah satu peran BUMN adalah menghasilkan pendapatan negara di APBN, atau biasa yang disebut dengan "Bagian Laba BUMN". Namun, sejak 2007 hingga 2012, pos Bagian Laba BUMN tak memberikan kontribusi signifikan padahal ada 141 BUMN yang beroperasi.

"Tapi, seluruh BUMN  hanya mampu menyumbang kurang lebih Rp 27 triliun atau hanya 3 persen dari total pendapatan ekonomi nasional. Angka ini tentu sangat kecil. Cukai tembakau saja  mampu menyumbang 6,3 persen. Ironis  kontribusi 141 BUMN hanya setengahnya. Jika saja pendapatan negara dapat ditingkatkan di sektor BUMN, maka harga BBM subsidi tak perlu naik," papar Fadli.

Fadli pun menyarakan agar ada optimalisasi peran BUMN yang lebih nyata. Selain membangun manajemen BUMN yang profesional, intervensi kepentingan politik dalam manajemen BUMN harus dihilangkan. Sehingga, laba yang dihasilkan oleh perusahaan-perusahaan BUMN, dapat sepenuhnya dimasukan ke dalam pendapatan negara.

"Jangan ada perburuan rente di BUMN. BUMN jangan jadi bancakan segelintir orang," demikian Fadli. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya