Berita

ist

Politik

Pesan PKS Jelas Minta Dikeluarkan, SBY Masih Labil?

RABU, 19 JUNI 2013 | 11:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang punya wewenang absolut untuk mengeluarkan atau mempertahankan tiga menteri asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dari kabinetnya. Hal itu sesuai hukum ketatanegaraan yang berlaku di republik ini. Karena itu sebaiknya Presiden segera menentukan sikap tegasnya terhadap PKS.

Demikian pandangan pakar tata negara, Margarito Kamis, menanggapi situasi di dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) Parpol Pendukung Pemerintah yang pecah karena pembangkangan PKS terhadap rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Margarito menyarankan, PKS yang sudah disingkirkan oleh rekan-rekannya di Setgab karena sikap perlawanannya itu, tidak perlu repot-repot mengumumkan sikap mundur dari koalisi dan mencabut menteri dari kabinet.


"Seribu kali PKS minta mundur atau cabut menteri, seribu kali juga Presiden bisa menolaknya. Sistem pemerintahan kita yang mengatur," tegasnya, saat diwawancara Rakyat Merdeka Online, Rabu (19/6).
 
Menurut dia, semua kesepakatan di dalam Setgab yang mengatur tata cara koalisi harus tunduk kepada sistem pemerintahan. Setgab, masih katanya, tidak lebih dari kreasi politik yang bagus untuk dinamika politik, namun sebenarnya tidak diharuskan ada. Karena itu, pembangkangan PKS di parlemen itu sebetulnya tidak menyalahi aturan tata negara, namun menyalahi etika politik.

"PKS sama sekali tidak melanggar norma tata negara, tapi dia bersikap tidak etis. Dia kan pemerintah, tapi dia juga yang menelanjangi kebijakan pemerintah dan mempermalukan pemerintah," jelas dia.

Margarito menilai, sekarang yang harus dilakukan presiden adalah menunjukkan sikap tegas. Sikap itu penting kalau presiden betul-betul ingin pastikan pemerintahannya yang umurnya tinggal satu tahun berjalan mantap.  Sikap perlawanan PKS itu ia nilai sebagai pesan kepada SBY yang bunyinya "keluarkan kami dari kabinet".

"PKS menantang keberanian presiden. Saran saya, karena PKS sudah minta diberhentikan maka SBY keluarkan mereka. Ini harus dilakukan kalau SBY ingin mengakhiri pemerintahannya dengan baik ya, walau SBY tidak bisa bagus-bagus amat," tandasnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya