Berita

ilustrasi/ist

KPK Diminta Selidiki Dugaan Korupsi Di Sulawesi Tenggara

RABU, 19 JUNI 2013 | 06:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dugaan korupsi di pemerintahan Kkabupaten Buton Utara telah terjadi secara sistematis. Karena itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk segera mengusutnya.

"Kami lihat di sana telah terjadi penyimpangan dalam hal penggunaan anggaran perjalanan dinas yang dilakukan by system oleh pemerintahan di Buton Utara," kata Koordinator Butur Corruption Wacth, Ikhwan Karmawan, beberapa saat sebelum melaporkan hal tersebut kepada Ketua Umum Partai Kedaulatan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso di Jakarta, Selasa kemarin (18/6).

Penyimpangan perjalanan dinas tersebut, jelas Ikhwan, terjadi saat kepala daerahnya menggunakan wilayah Ereke, Kecamatan Kulisusu sebagai pusat pemerintahan. Sedangkan berdasarkan UU pemekaran terhadap kabupaten tersebut, seharusnya ibukota pemerintahannya berada di Buranga, Kecamatan Bonegunu. Pemakaian nama Buanga Kecamatan Bonegunu dalam semua administrasi atau dokumentasi pemerintahan ini berimplikasi, antara lain, pada pemakaian anggaran perjalanan dinas.


"Karena meskipun seorang pejabat atau pegawai berangkat dari Ereke, namun dalam semua administrasi perjalanan dinas dimanipulasi seolah-olah pejabat atau pegawai tersebut berangkat dari Buranga Kecamatan Bonegunu," jelas Ikhwan.

Sebagai kepala daerah, Bupati Buton Utara diduga Ikhwan telah bertindak yang berujung pada kerugian keuangan negara. Kondisi itulah yang dijadikan Ikhwan sebagai dasar untuk meminta KPK segera mengusut kasus tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PKPI, Sutiyoso mengatakan bahwa pihaknya yakin KPK akan melaksanakan tugasnya tanpa pandang bulu. Sebab, selama ini telah terbukti dari ratusan kepala daerah yang dijebloskan di penjara oleh lembaga penegak hukum yang satu itu.

"Setahu kita KPK sejauh ini masih menjadi andalan kita. Saat ini mendekati angka tiga ratus kepala daerah yang sudah ditangkap," kata Sutiyoso.

Hanya saja, Sutiyoso menjelaskan, KPK tidak akan bertindak gegabah dalam mengusut suatu kasus korupsi.

"KPK memang punya sistem, sepanjang bukti belum dipegang mereka belum akan tangkap. Saya yakin KPK tidak takut kepada siapa saja. Paling mungkin mereka belum dapat bukti-bukti. Tidak akan ada yang lolos," demikian Sutiyoso. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya