Berita

psy

Kejar Ketertinggalan, Indonesia Perlu Meng-"Gangnam Style"-kan Diri

SELASA, 18 JUNI 2013 | 21:17 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Indonesia perlu meng-"Gangnam Style"-kan diri, meminjam istilah dari lagu Gangnam Style yang dipopulerkan Psy, penyanyi asal Korea Selatan. "Meng-gangnam style-kan" diri tujuannya agar bisa bersaing pada level internasional.

Menteri Perdagangan RI Gita Wirjawan mengungkapkan itu saat memberikan kuliah umum "Revitalisasi Produk Dalam Negeri dalam Perspektif Kemimpinan Nasional 2014" di hadapan sekitar 5.000 mahasiswa di Universitas Negeri Manado (Unima), Selasa (18/6).

Gita mengutip sedikit tentang Psy yang bisa membuat seluruh dunia ber-gangnam style mengikuti gayanya. Fenomena ini harus bisa diikuti Indonesia dalam menjadi kekuatan ekonomi yang besar di dunia.


"Psy itu orangnya biasa dan tidak ganteng, tapi melalui gaya tariannya, dia menjadi perhatian dunia. Indonesia harus menjadi seperti ini dalam perekonomian dunia. Melalui dunia digital ini kita bisa memperkenalkan semua keunggulan sumber daya, produk, dan apapun yang kita miliki," ujarnya.

Dikatakannya, Indonesia harus mampu menciptakan keunggulan yang mendunia seperti Gangnam Style. Untuk itu Indonesia perlu membangun kekuatan nasional di berbagai lini agar mampu menjadi negara yang kokoh dari segi ekonomi, politik dan budaya.

Gita menyampaikan beberapa proyeksi perekonomian Indonesia khususnya dari sektor perdagangan. Gita mengakui sampai saat ini Indonesia masih tertinggal dari beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang, Cina, India dan beberapa negara lainnya.

Saat ini Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-15 di dunia dengan nilai Rp. 10.000 triliun tahun lalu. Jika diakumulasi perekonomian Indonesia dari tahun 2012 hingga 20 tahun ke depan nilainya dapat mencapai Rp. 600.000 triliun. Dengan konsumsi domestik yang mencapai 60 persen, potensi pasar domestik Indonesia sangat besar.

"Diproyeksikan Indonesia mampu menjadi 7 besar dunia pada tahun 2030," ujar Gita yang didampingi Wakil Gubernur Sulut, Dr. Johari Kansil dan Rektor Unima Rektor Unima, Prof Dr Ph EA Tuerah MSi DEA,

Gita juga menyorot lemahnya inovasi kita dengan hanya mampu menghasilkan 500 hak paten per tahun. Bandingkan dengan Jepang yang memiliki 60 ribu hak paten di seluruh aspek. Lalu Gita menantang setiap universitas untuk mampu menciptakan 500 hak paten termasuk perguruan tinggi di Manado. "Sebab hak paten mencerminkan intelektual bangsa, dan dalam hal ini Indonesia harus terus berupaya meningkatkan hal tersebut," katanya.

Di sela-sela kunkernya di Manado, Gita menyempatkan diri menghadiri rapat koordinasi Ormas Barindo di Hotel Lion, Manado. Acara ini dihadiri oleh pengurus Barindo se-Indonesia Timur. Ketua Umum PBSI ini juga menyempatkan diri membuka Kejuaran Bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional Sulawesi Open yang bertempat di Gelanggang Olah Raga Ari Lasut, Kayuwatu, Manado.

Ditanya wartawan seusai acara, Gita menegaskan kesiapannya untuk maju dalam pemilihan presiden 2014."Jika diperkenan saya siap," jawab GW. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya