Berita

endang tirtana

Partai Politik Untung Kalau Usung Kaum Muda sebagai Capres

MINGGU, 16 JUNI 2013 | 14:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Saat ini ada sekitar 70 persen kelompok usia produktif (18-40 tahun) yang akan menjadi potensi pemilih pada pemilihan umum 2014 mendatang.

Menurut peneliti Maarif Institute, Endang Tirtana, jika calon presiden yang maju berasal dari kaum muda, mereka bisa menjadi corong aspirasi yang tepat bagi pemilih usia produktif tersebut.

"Ini semacam 'testing theory of presence,' melakukan tes atas teori kehadiran atau representasi. Representasi kelompok muda ini menjadi penting baik bagi elektabilitas partai, maupun bagi keberlangsungan partai itu sendiri," ungkap Endang kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 16/6).


Menurut Endang, di antara partai-partai, setidaknya Partai Demokrat lewat konvensi capres dan PDI Perjuangan yang memberi sinyal akan menjagokan anak muda. Almarhum politikus senior PDI Perjuangan Taufiq Kiemas bahkan sudah sering sebelumnya mengungkapkan sebaiknya yang diusung adalah anak muda.

Namun, ungkap Endang, apakah PDI Perjuangan pada akhirnya akan menjalankan apa yang diinginkan suami Megawati Soekarnoputri itu, tentu masih jadi pertanyaan hingga saat ini. "Pertanyaan ini harus dijawab dengan aksi kongkret oleh PDIP sendiri," jelasnya.

Meski begitu, melanjutkan keterangannya, Endang tak menampik, ada sisi kelam kaum muda saat ini. Yaitu, terkait moralitas dan integritas. Karena marak juga kelompok muda yang masih terkotori dengan kasus-kasus korupsi.

"Oleh karena itu, tidak hanya soal kuantitas atau seberapa banyak kelompok muda yang berhasil dijaring sebagai kandidat oleh partai, tapi juga soal kualitas harus menjadi PR besar partai untuk menjalankan sistem rekrutimen kandidat yang menggunakan merit sistem, berdasarkan kualitas moral, kapabilitas kepemimpinan dan pengetahuan," tandasnya.[zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya