Berita

jeffrie geovanie

PDIP-Demokrat Diyakini akan Berkoalisi di Pilpres 2014

MINGGU, 16 JUNI 2013 | 12:39 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Saat ini masih terlalu pagi untuk membangun koalisi antara PDI Perjuangan dengan Partai Demokrat dalam menghadapi Pemilihan Presiden 2014. Karena itu sebaiknya, biarkan semuanya berjalan natural.

"Biarkan juga Megawati meneruskan tradisi positif baru di PDIP agar makin banyak lahir pemimpin-pemimpin muda seperti Jokowi dan Ganjar Pranowo," kata Jeffrie Geovanie, Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS) kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 16/6).

Sejalan dengan hal tersebut, menurut Jeffrie, biarkan juga SBY menyiapkan dan menjalankan konvensi capres di Partai Demokrat agar lahir pemimpin-pemimpin muda baru seperti Gita Wirjawan dan Mahfud MD. "Dan biarkan saja juga pendapat-pendapat yang mengatakan bahwa semakin mustahil rekonsiliasi PDIP dan Demokrat karena wafatnya Taufik Kiemas," ungkapnya.


Tapi yang jelas, Pilpres 2014 merupakan momentum terjadinya peralihan generasi. Dan faktanya saat ini, hanya PDIP dan Demokrat memberikan ruang yang luas untuk munculnya pemimpin muda di 2014 yang akan datang.

"Kenegarawanan Megawati dan SBY, juga kebesaran hati mereka berdua yang sama-sama tulus menyiapkan pemimpin muda di 2014 ini yang justru menjadi modalitas kedua partai tersebut berkoalisi, kita lihat saja, tidak lama lagi," tandasnya.

Soal keinginan Mega untuk memunculkan tokoh muda pada pilpres 2014 mendatang, disampaikan oleh anaknya yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani sebelumnya.

"Bu Mega memang ingin bahwa kaderisasi dan regenerasi juga dilakukan di PDIP. Kalau memang ada tokoh atau kader potensial dan bisa dimajukan, ya kenapa tidak,” kata Puan akhir Mei lalu. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya