Berita

nasaruddin umar

Hindari Wartawan Usai Digarap KPK, Wamenag Sibuk Bertelepon

JUMAT, 14 JUNI 2013 | 19:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Nasaruddin Umar diperiksa penyidik KPK sebagai saksi dalam perkara suap terkait pengurusan anggaran proyek pengadaan Alquran dan IT Laboratorium di Kementerian Agama (Kemenag) dengan tersangka Ahmad Jauhari selama hampir sembilan jam.

Usai digarap, dia kelihatan seperti menghindari wartawan. Bekas Dirjen Bimas Islam Kemenag itu sibuk berteleponan sehingga tak menggubris pertanyaan wartawan.

"Saksi, saksi, untuk pak AJ," kata dia sekenanya di tangga lobby KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan (Jumat, 14/6).


Setelah mengatakan itu, Gurubesar Tafsir UIN Jakarta ini langsung menaiki mobil Honda CR-V putih bernomor polisi B 1495 RFY. Dia keluar dari ruang pemeriksaan sekitar 18.15 WIB tadi.

Nama Nazaruddin Umar tak asing lagi dalam kasus Alquran. Pada persidangan Zulkarnaen dan Dendy terungkap fakta-fakta di persidangan terkait peran Nasaruddin.

Dalam beberapa rekaman sadapan pembicaraan Zulkarnaen-Dendy, Dendy-Nasaruddin, dan Zulkarnaen-Nasaruddin terungkap mantan Dirjen Bimas Islam itu mengiyakan untuk memenangkan PT Abdi Aksara Abadi Indonesia (A3I) dalam lelang pekerjaan pengadaan Alquran, melalui tekanan kepada Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Alquran Mashuri.

Nasaruddin kemudian meminta agar Fahd El Fouz langsung menemui Mashuri.

Sementara, Ahmad Jauhari dijerat KPK karena diduga menyalahgunakan kewenangannya. Jauhari disangka melanggar pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 Undang-Undang (UU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya