Berita

syarif hasan

Ini Penyebab Syarif Hasan Masuk Kategori Menteri Terbaik Walau Demokrat Terpuruk

KAMIS, 13 JUNI 2013 | 11:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kabinet Susilo Bambang Yudhoyono di ujung periode kedua mendapat perhatian publik karena kinerja dan profesionalitas kabinet yang diisi mayoritas orang partai politik itu dianggap tak memuaskan. Namun, ada yang menarik ketika Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis hasil riset tentang menteri-menteri berkinerja terbaik menurut publik, pekan lalu.

Memang, urutan pertama tetap berasal dari kalangan non-parpol, yaitu Menteri BUMN, Dahlan Iskan (20,4 persen). Tapi, publik masih memberikan apresiasi terhadap dua orang menteri asal parpol.

Pertama, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa (Ketua Umum Partai Amanat Nasional) dengan perolehan suara 11,5 persen berada di urutan empat. Kemudian, Menteri Koperasi dan UKM Syarif Hasan (Ketua Harian Partai Demokrat) menduduki urutan delapan dengan perolehan suara 2,1 persen.


Menurut Direktur LSN, Umar S. Bakry, 1230 responden yang diwawancara masih menganggap dua orang parpol itu cukup profesional dalam bekerja. Hal lain yang mendongkrak prestasi keduanya adalah karena mereka sering mendapat sorotan media massa.

"Hatta dan Syarif sering muncul di media massa sehingga cukup populer bagi publik," ucapnya kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis siang (13/6).

Tapi tidak hanya itu. Kinerja keduanya juga jadi pertimbangan masyarakat. Yang lebih unik adalah Syarif Hasan. Menurut Umar, semua menteri Demokrat sebenarnya terkena dampak dari maraknya pemberitaan korupsi yang menimpa partainya. Buktinya, semua menteri Demokrat ada di "papan bawah", kecuali Syarif Hasan.

"Syarif Hasan ini termasuk yang bersih di mata publik. Dia tidak tersangkut pemberitaan korupsi. Empat menteri Demokrat yang lain kena imbas. Cuma Syarif yang tidak tersangkut isu buruk," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, Syarif juga membidangi kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Citranya dekat dengan publik.

"Bidang koperasi dan UKM itu membuat Syarif Hasan cukup sering terjun ke masyarakat," tandasnya. [ald]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

Korea Selatan Diisukan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Selat Hormuz

Jumat, 04 September 2026 | 14:18

Purbaya Pamer Penerimaan Pajak Tumbuh 30 Persen Tanpa Naikkan Tarif

Jumat, 04 September 2026 | 13:59

Target Lifting 2027 Diproyeksi Tercapai, Sumur Rakyat Jadi Penopang

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Prabowo Tawarkan 138 Blok Energi Indonesia kepada Investor Rusia

Jumat, 04 September 2026 | 13:33

Gus Kikin Mulai Susun Kepengurusan PBNU di Hari Perdana Ngantor

Jumat, 04 September 2026 | 13:31

Label “No Pork, No Lard” Tak Otomatis Berarti Halal

Jumat, 04 September 2026 | 13:20

Kenaikan Tarif Masuk Ragunan Masih Ramah di Kantong

Jumat, 04 September 2026 | 13:12

Legislator Soroti Anggaran Pemulihan Kantor DPRD NTB-Sulsel Pasca Demo Agustus 2025

Jumat, 04 September 2026 | 13:08

Pembangunan Dapur MBG Pakai APBN Jangan Jadi Beban Negara

Jumat, 04 September 2026 | 13:06

Pemerintah Diminta Evaluasi Harga Eceran Tertinggi Beras

Jumat, 04 September 2026 | 13:01

Selengkapnya