Berita

ruhut sitompul/ist

Politik

Ruhut Sitompul Pilih Tutup Mulut Soal Surat SBY Pecat PKS

RABU, 12 JUNI 2013 | 14:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sejauh ini beberapa pengurus Partai Demokrat yang dihubungi belum mau mengungkapkan benar tidaknya kabar Presiden SBY sudah meneken surat pemecatan terhadap Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Politisi Demokrat di Komisi III yang biasanya bicara blak-blakan, Ruhut Sitompul, kali ini pun tak mau bicara menyangkut isu keretakan PKS-Demokrat dan soal surat yang kabarnya sudah diteken Presiden SBY pada akhir pekan lalu itu.

"Aduh, aku enggak enak ngomongnya. Tanya ke Pak Syarif Hasan (Ketua Harian Demokrat) saja deh," singkat Ruhut yang selama ini kerap mengkritik keras PKS.


Beberapa politisi Demokrat lain memilih untuk tidak menjawab permintaan konfirmasi dari redaksi.

Tadi, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKS, Fahri Hamzah, menegaskan partainya sudah dikeluarkan dari Sekretariat Gabungan Koalisi secara lisan. Kabar pemecatan itu didapatkan salah satu menteri PKS di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II. Namun, PKS memutuskan untuk menunggu surat resmi dari Setgab yang sudah diteken Presiden SBY.

"Mereka janji kasih surat hari Sabtu (8/6). Sampai Senin malam surat itu tidak kami terima, sehingga acara majelis syuro (untuk menyikapi pemecatan) dibatalkan. Kami sebetulnya juga sedang menunggu kelanjutan pemberitahuan lisan dari Istana. Ini kita anggap informasi yang serius dan valid," jelas anggota Komisi III DPR itu. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Tertekan Lonjakan Minyak, Harga Emas Dunia Anjlok ke Level 4.254 Dolar AS

Senin, 28 September 2026 | 08:30

Iran Siap Hadapi "Perang Kiamat" dengan AS

Senin, 28 September 2026 | 08:12

Jalan Terbuka Bagi Dividen BEI: Proses Demutualisasi Masuki Tahap Pengkajian Saham

Senin, 28 September 2026 | 07:52

Halal Jangan Berhenti di Sertifikat

Senin, 28 September 2026 | 07:38

IAMI Lahir di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden Pertama

Senin, 28 September 2026 | 07:07

APH Harus Turun Tangan Tertibkan Tarif Parkir Tak Wajar

Senin, 28 September 2026 | 07:05

Kejagung Didesak Bongkar Mata Rantai Uang Chromebook

Senin, 28 September 2026 | 06:47

Pagar Nusa Kukuhkan 25 Kader Pasukan Inti di Taiwan

Senin, 28 September 2026 | 06:42

Indonesia Ikut Ajang WSC 2026 di Shanghai, Ini Manfaatnya

Senin, 28 September 2026 | 06:20

Ekosistem Logistik di Kawasan Timur Masih Penuh Tantangan

Senin, 28 September 2026 | 05:54

Selengkapnya