Berita

dradjad wibowo/ist

RUPIAH MELEMAH

Dradjad H Wibowo Sesalkan Pemerintah Tak Bisa Menahan Rupiah Agar Tak Melewati Kurs Psikologis

SELASA, 11 JUNI 2013 | 11:47 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dilihat dari fundamental ekonomi Indonesia, jebloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memang tidak bisa dihindari lagi. Saat ini, nilai tukar rupiah mencapai Rp 10.050 per dolar AS.

"Defisit perdagangan kita melejit ke 1,62 miliar dolar AS pada April 2013. Repotnya, jika sebelumnya defisit perdagangan migas menjadi pemicu utama, sekarang malah non-migas. Artinya, harga bahan bakar minyak (BBM) dinaikkan pun belum tentu defisit perdagangan bisa dikendalikan," kata ekonom Dradjad H Wibowo kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Selasa, 11/6).

Menurut Dradjad, ada masalah serius dalam sektor produksi dan standardisasi barang di Indonesia. Sehingga, seharusnya, nilai tukar rupiah itu sudah melemah sejak Januari lalu. Namun hal itu tidak terjadi karena masih ditahan-tahan oleh Bank Indonesia sehingga cadangan cadangan devisa BI anjlok ke level 105 miliar. Akibatnya, cadangan devisa Indonesia anjlok sekitar 6-7 miliar dolar AS.


Di sisi lain, lanjut Dradjad, permintaan terhadap dolar AS tahun ini untuk membayar utang luar negeri swasta besar sekali, dan mencapai 39,6 miliar dolar AS.

"Jadi memang dari sisi fundamental, rupiah harus merosot," ungkap Dradjad, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Sayangnya, masih kata Dradjad, pemerintah tidak bisa menahan rupiah agar tidak melewati kurs psikologis Rp 10.000 per dolar AS.

"Ya mudah-mudahan tidak ada efek psikologis negatif di pasar yang membuat rupiah rentan terhada serangan spekulatif sehingga semakin merosot," demikian Dradjad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya