Berita

robo raven/ist

Dunia

Angkatan Darat AS Punya Robot Burung Sebagai Mata-mata

SABTU, 08 JUNI 2013 | 13:14 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Angkatan Darat Amerika Serikat tengah mengembangkan robot burung yang akan digunakan sebagai mata-mata di medan perang.

Robot yang diberi nama Robo Raven ini dipastikan mirip burung asli. Bahkan, dalam uji cobanya, sekelompok elang menyerangnya karena mungkin mengira burung itu asli.

Robo Raven dikembangkan Angkatan Darat AS bekerjasama dengan tim peneliti dari Universitas Maryland, termasuk seorang ilmuwan asal India.


Peneliti dari US Army Research Laboratory (ARL) mengklaim bahwa robot burung ini sempurna karena memiliki kontrol pada masing-masing sayap dan tidak dimiliki robot burung lainnya yang pernah ada.

"Robo Raven jauh lebih tenang daripada helikopter atau baling-baling, sehingga bisa lebih dekat dengan musuh tanpa mengungkapkan kehadirannya. Ini terbuat dari serat karbon," kata penemu Robo Raven, John Gerdes, seperti dikutip Daily Mail (Sabtu, 8/6).

Gerdes mulai membuat Robo Raven pada tahun 2008. Penemuannya itu sebagai bagian dari penelitian dalam studi pascasarjananya di University of Advanced Laboratorium Manufaktur Maryland yang berfokus pada pengembangan teknologi untuk teknik manufaktur. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya