Berita

priyo budi santoso/ist

Priyo Budi Santoso Tak Perlu Berkelit dan Gunakan Jurus Baru!

JUMAT, 07 JUNI 2013 | 14:00 WIB | LAPORAN:

. Kunjungan Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung untuk menemui terpidana kasus korupsi pengadaan kitab suci Al Quran Fadh A Rafiq beberapa waktu lalu terus menuai kecaman.

Selain dianggap tidak pantas, kunjungan Priyo Budi dinilai melanggar etika politik, hukum, dan sosial selaku anggota dewan yang terhormat, juga memanfaatkan posisinya sebagai Wakil Ketua DPR RI. Seperti terpojok, Priyo melancarkan jurus baru kalau ada fungsionaris partai Golkar, yang mengincar posisinya di DPR.

Pengajar komunikasi politik di Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi pun menganggap pembelaan Priyo soal kunjungannya ke Sukamiskin terlalu mengada-ada sehingga wajar publik, termasuk anggota Golkar, sendiri merasa gerah.


"Masak Priyo sebagai politisi senior tidak merasa jengah dan salah jika kunjungannya menemui Fadh dipermasalahkan orang banyak," kata Ari kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 7/6).

Ari menilai, saat ini, Golkar sedang mencari positioning yang tepat di masyarakat sehinga setiap kasus penyalahgunaan wewenang pasti akan ditanggapi kontra oleh sesama kader partai beringin tersebut. "Istilahnya, Golkar itu sedang mencari point di mata masyarakat, sehingga kasus Priyo sanggat mengganggu citra Golkar secara keseluruhan,"papar Ari Junaedi.

Menurut pengajar di Program Pascasarjana di Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya, dan Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini, Priyo sebaiknya tidak melempar kasusnya pada dugaan ketidaksenangan atau pengincaran posisinya di Wakil Ketua DPR RI. Sebab justru publik akan melihatnya sebagai kiat mengkelit dari Priyo untuk lepas dari kasusnya.

"Kalau Priyo benar-benar bersih dari dugaan tuduhan Fadh, Priyo tidak harus membabi buta bahkan tidak perlu inspeksi mendadak ke Sukamiskin. Antitesa kunjungan ke Sukamiskin akan mudah dicerna oleh akal sehat dan logika yang paling sederhana," kata Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya