Berita

syarifudin sudding/ist

Politik

CENTURYGATE

Bambang Widjojanto Sedang Coba Menyelamatkan Aktor Intelektual

KAMIS, 06 JUNI 2013 | 19:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pernyataan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto yang menuai kemarahan anggota Timwas Kasus Bank Century dalam rapat Timwas di Gedung DPR kemarin, dianggap sebagai pengalihan isu.

Bambang, di tengah rapat saat menjawab pertanyaan anggota Timwas, sempat mengeluarkan kalimat yang mengesankan level pemahaman anggota Timwas Century terhadap kasus tersebut sangat rendah.

Anggota Timwas dari Fraksi Hanura, Syarifudin Sudding, saat berbicara dalam diskusi di studio Metro TV sesaat lalu (Kamis, 6/6) mengatakan, Bambang sengaja melontarkan kalimat semacam itu untuk mengalihkan perhatian DPR dan publik dari substansi proses penyidikan yang kabarnya sudah mendekati peran aktor intelektualnya.


"Untuk mencari alasan-alasan tentang proses yang tak berjalan optimal karena memang kawan-kawan semua dalam rapat timwas itu mendorong (kasus dituntaskan)," kata Ketua Fraksi Hanura di DPR itu.

Tuntutan agar KPK serius menangani Centurygate semakin kuat dari DPR setelah KPK beberapa waktu lalu mengirim tim ke Washington DC, Amerika Serikat, untuk memeriksa mantan Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komiite Stabilitas Sektor Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Menurutnya, pimpinan KPK sendiri yang sudah menyatakan ada data baru dari pemeriksaan Sri Mulyani yang bisa mengungkap otak atau aktor intelektual.

Nah, ternyata dalam rapat Timwas kemarin, KPK sama sekali tidak mau transaparan kepada DPR soal sejauh mana perkembangan skandal Rp 6,7 triliun itu.

"Yang dilaporkan (kemarin) itu sudah ada di laporan sebelumnya," ucapnya.

Bahkan, untuk pertanyaan apakah data baru itu berbentuk dokumen atau keterangan lisan, KPK tetap tidak mau menjawab. Padahal, pertanyaan itu tidak menyentuh teknis penyidikan.

"Itu pun tidak dijawab. Ketika dijawab dokumen, itu tidak masuk teknis. Atau jawab saja berdasarkan keterangan Sri Mulyani," tegasnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya