Berita

Prabowo Subianto

Wawancara

WAWANCARA

Prabowo Subianto: Politik Itu Dinamis, Lihat Saja Apa Bisa Berkoalisi Dengan PDIP

SENIN, 03 JUNI 2013 | 10:19 WIB

Tampaknya PDIP mempersiapkan tokoh muda menjadi capres 2014.

Ini berarti koalisi PDIP dengan Partai Gerindra sulit terwujud seperti Pilpres 2009. Sebab, Gerindra juga sudah mempersiapkan Prabowo Subianto menjadi capres.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan, dalam politik itu apa saja bisa terjadi.


“Politik itu dinamis, kita lihat saja nanti. Apa bisa berkoalisi dengan PDIP dalam Pilpres 2014,’’ kata Prabowo Subianto kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berikut kutipan selengkapnya:


Bagaimana dengan kontrak politik sebelumnya?
Kita liat saja nanti ya. Yang jelas, politik itu dinamis.

Tapi masih ada komunikasi kan?
Masih, jalan terus kok, sampai sekarang.

Apa Anda tetap maju bila PDIP majukan tokoh muda, misalnya Jokowi menjadi capres?
Saya akan tetap maju. Masa gak maju kalau ada dukungan dari rakyat. Kita semua maju kan berdasarkan dukungan rakyat.

Berarti tidak gentar dengan popularitas Jokowi?
Kalau masalah dipilih itu adalah rakyat yang akan memutuskan. Kalau didukung rakyat untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, saya siap mengabdi. Maka saya maju terus. Kalau tidak didukung, ya tidak apa-apa.

Anda yakin bisa menang?
Ini bukan soal menang atau kalah. Tapi sekarang demokrasi kita sedang dibajak. Kita bicara blak-blakan saja. Sekarang ini yang berkuasa adalah uang. Yang dihormati adalah orang yang punya uang, meski tidak jelas uangnya dari mana.

Apa yang harus dilakukan melawan itu?
Kita harus menata sistem. Siapa pun yang menang harus diterima. Tapi Proses pemilihan harus bersih. Daftar pemilih harus jujur. Jangan sampai ada orang mati tetap terdaftar. Setiap warga negara harus memilih. Jangan karena miskin, jelek dan berprofesi sebagai petani tidak boleh memilih dan dibohongi.

O ya, apa Anda setuju harga BBM dinaikkan?  
Pada prinsipnya orang yang paling miskin harus kita bantu dan lindungi. Kalau Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) itu bisa sampai ke mereka, tidak ada masalah. Ini untuk langkah sementara atau darurat yang ujungnya tetap pemerintah meningkatkan produktifitas masyarakat.

Tidak takut BLSM ini dipolitisasi?
Saya berpikir positif saja. Rakyat kan sudah pintar untuk menilai. Yang penting subsidi khusus untuk nelayan dan petani tetap harus diberikan.

Apa Gerindra mengawasi penyaluran BLSM itu?

Ya, kami tentu membantu mengawasi. Bantuan pada masyarakat kan tidak hanya pada BLSM saja. bantuan langsung bisa dalam bentuk sembako. Sekarang ada raskin. Maka harus ada mekanisme melindungi orang miskin.

Pemberian BLSM lima bulan, ini bagaimana?
Para ahli harus pelajari betul-betul masalah BLSM ini. Prinsipnyua pencabutan subsidi ini memperberat orang yang sudah berat hidupnya. Kalau angkutan umum bisa diperbanyak dan gratis, ini salah satu masalah orang miskin teratasi.

 Kenapa Anda mendukung kenaikan harga BBM?
Saya sadari subsidi yang sekarang ini sudah terlalu berat. Mau atau tidak mau pemerintah harus menguranginya secara bertahap subsidi itu. Saya termasuk yang menyarankan.

Tetapi dengan catatan masyarakat di lapisan paling bawah, orang yang benar-benar tidak mampu bisa lepas dari jerat kemiskinannya secara konkrit dengan program pro rakyat dan dilindungi. Saya kira pemerintah dan para ahli sedang mencari solusi itu.

Apa Anda punya masukan?
Kalau pemerintah cabut subsidi, logikanya pemerintah akan memiliki uang cash tergantung berapa besar yang dicabut.

Kemudian terapkan seperti negara-negara lain. Thailand, misalnya, semua bus yang tidak pakai AC gratis. Yang disubsidi adalah busnya.

Di negara-negara Eropa, pelajar, mahasiswa, orang miskin, dan manula mendapatkan kartu bebas naik angkutan umum. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya