Berita

jokowi/ist

Nusantara

Jokowi Ngaku Digandrungi Karena Wajah Jeleknya

SABTU, 01 JUNI 2013 | 19:42 WIB

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengaku "wajah jeleknya" merupakan salah satu unsur yang membuat dirinya terkenal dan digandrungi oleh banyak wanita baik tua maupun muda.

"Karena wajah saya jelek,'' ujar Jokowi usai makan siang dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di kawasan Plasa Indonesia, Jakarta (Sabtu, 1/6).

Menurut Jokowi, alasan lain mengapa para wanita selalu mendekatinya adalah karena wanita Indonesia sudah bosan dengan sosok wajah ganteng dan rupawan.


''Orang sudah bosan dengan wajah ganteng,'' ujar Jokowi.

Seperti yang kita ketahui, Partai Demokrat (PD) besutan Presiden Bambang Yudhoyono (SBY) tengah gencar mencari sosok capres ideal untuk 2014. Jokowi mengaku dirinya tidak menerima undangan dari PD untuk menghadiri konvensi PD yang akan dilaksanakan pada Juni 2013.

Walau demikian, Jokowi meminta pengertian dari partai lain agar memahami bahwa dirinya merupakan kader PDIP. Jadi, tidak mungkin ikut konvensi partai diluar PDIP.

''Mestinya enggak ada (undangan). Mereka sudah tahu kalau saya ini sudah kader PDIP toh,'' katanya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya