Berita

Desmond Junaidi Mahesa

Wawancara

Desmond Junaidi Mahesa: Saya Tantang Teddy Rusmawan Melakukan Sumpang Pocong

SABTU, 01 JUNI 2013 | 09:11 WIB

Anggota Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa membantah telah menerima uang dari Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan terkait proyek Simulator SIM.

“Saya tantang saudara Teddy untuk membuktikan bila saya telah menerima sejumlah uang terkait dengan proyek Simulator SIM,’’ ujar  Desmond Junaidi Mahesa kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Sebelumnnya Ketua panitia lelang proyek simulator ujian surat izin mengemudi (SIM), Ajun Komisaris Besar Teddy Rusmawan, menyebut sejumlah nama anggota DPR yang menurutnya diberikan dana oleh Kepala Korlantas Polri, Inspektur Jenderal Djoko Susilo. Selain bekas Bendahara Umum Partai Demokat Muhammad Nazaruddin, Teddy menyebut nama Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmond Mahesa, dan Herman Herry.


Perintah ini, kata Teddy, sesuai dengan arahan Muhammad Nazaruddin yang menawarkan anggaran Rp 600 miliar untuk kepolisian. Teddy pun mengantarkan uang senilai Rp 4 miliar yang dibungkus dalam empat kardus tersebut.

Desmond Junaidi Mahesa selanjutnya mempertanyakan validitas ucapan Teddy tersebut. Sebab pengakuan Teddy kerap berubah-ubah.

“Dulu katanya yang terlibat Dasrul Djabar, Benny K Harman. Lalu kemudian tiba-tiba ada nama Aziz Syamsuddin dan saya. Sementara orang-orang itu tidak disebut lagi. Ini saya lagi sial atau bagaimana,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa Anda siap dikonfrontir ?
Saya siap dikonfrontir secara terbuka, baik itu dengan KPK atau di pengadilan untuk membuktikan siapa yang berbohong. Saya sebetulnnya bingung menghadapi masalah ini.

Lho kenapa?
Karena saya tidak mengerti kenapa tiba-tiba bisa seperti ini. Tapi dalam agama itu yang namanya fitnah derajatnya ditinggikan. Saya ambil hikmahnya saja.

Kalau tidak menerima, kenapa nama Anda disebut?
Itu yang saya bingung. Pak Djoko Susilo sendiri sudah membantah keberadaan uang tersebut. Lagipula secara logika, tidak logis kalau Teddy memberikan uang kepada saya dalam rangka memuluskan Simulator SIM.

Alasannya?
Saya waktu itu kan masih baru menjadi anggota DPR. Saya belum mengerti apa-apa. Saya menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra, partai yang tidak memiliki suara signifikan di parlemen. Lalu buat apa dia menyuap saya.

Tapi di pengadilan dia bersaksi demikian?
Ya, itu silakan tanya ke dia mengapa bisa seperti itu. Tapi sejujurnnya saya meragukan keterangan tersebut.

Bagaimana dengan pertemuan di restoran Jepang Basara itu?
Tidak pernah ada pembahasan tentang hal itu. Bahkan sebetulnya secara personal saya tidak mengenal Teddy.

Tapi betul ada pertemuan itu?
Betul. Tapi seingat saya di situ tidak ada pembicaraan soal proyek Simulator SIM. Saat itu pun saya tidak bertemu dengan Teddy. Saya hanya bertemu dengan Pak Djoko. Pak Djoko memang saat itu ditemani seseorang, tapi saya tidak tahu itu Teddy atau bukan. Karena saya tidak mengenal dia.

Bagaimana kronologi pertemuan itu?
Sekitar Juni atau Juli 2010, saya lupa tanggalnya, saya main ke kantor Mas Herman Heri. Nah, menjelang siang, saya dan mas Herman berencana berangkat bareng ke DPR. Saat kami sedang di jalan, tiba-tiba mas Herman menerima telepon untuk janjian dengan seseorang di restoran Jepang Basara itu. Meluncur kami kesana. Di sana saya dikenalkan dengan Pak Djoko, karena Mas Herman yang kenal dia. Saat itu Pak Djoko ditemani seseorang, tapi orang itu tidak ikut duduk bersama kami.

Anda bertemu hanya berempat berarti?
Sebetulnya bertiga, saya, mas Herman, dan Pak Djoko. Orang yang menemani pak Djoko kan pisah. Tapi kalau dia tetap dihitung ya berempat.

Tidak ada Aziz Syamsuddin dan Bambang Soesatyo?
Tidak ada. Makanya saya heran kenapa tiba-tiba nama kami berempat disebut.

Apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut?
Bukan hal penting, hanya ngobrol-ngobrol biasa. Hanya perkenalan kok. Kebetulan Mas Herman kenal dengan Pak Djoko.

Tidak menyinggung soal Simulator SIM?
Saya kurang mengerti pembicaraan yang Mas Herman dan Pak Djoko. Tapi seingat saya tidak ada soal proyek apa pun.

Setelah pertemuan itu, hubungan Anda dengan Djoko bagaimana?
Tidak ada hubungan apa-apa. Karena setelah pertemuan itu saya juga tidak berkomunikasi lagi dengan Pak Djoko. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya