Berita

Politik

Komeng: Kesalahan Fatal, SBY Mengganti Pancasila dengan Neoliberalisme

JUMAT, 31 MEI 2013 | 14:15 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sebenarnya, Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai harta yang jauh lebih berharga daripada segala kekayaan alam di tanah dan airnya. Itulah yang dinamakan Pancasila. Itulah lima prinsip hidup berbangsa dan negara yang ditetapkan sebagai ideologi orisinil negara karena digali sendiri oleh para pendiri negara dari sejarah panjang masyarakat di Nusantara.

Dasar atau falsafah negara ini mempunyai kekuatan mumpuni dalam mempertahankan kemerdekaan yang direbut sejak 1945 serta dalam menghadapi tantangan kehidupan global ke depan.

Bung Karno sendiri yang pernah menegaskan, dirinya bukanlah pencipta atau pembuat Pancasila. Yang ia kerjakan sekadar memformulasi perasaan-perasaan yang ada di dalam kalangan rakyat dengan beberapa kata-kata, yang dinamakan "Pancasila".


Hal tersebut ditegaskan kembali oleh aktivis reformasi 98, Satyo Purwanto alias Komeng, dalam diskusi bertema "Kembali Ke Pancasila Untuk Keselamatan Bangsa dan Negara" yang diselenggarakan di Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat, Jumat (31/5).                             

"Sudah final bahwa Pancasila adalah dasar dan falsafah negara Indonesia sehingga upaya menggantikan Pancasila sebagai dasar negara harus dilawan. Kesalahan fatal pemerintah SBY adalah meninggalkan Pancasila dan menggantinya dengan paham neoliberal," ucap aktivis muda ini.

Dia juga menjabarkan pidato Bung Karno yang berjudul "To Build the World A New World" pada 30 September 1960 di depan sidang Umum PBB. Pidato itu menegaskan, Pancasila atau Lima Sendi Negara bukan berpangkal pada Manifesto Komunis ataupun Declaration of Independence. Pancasila sudah ada sejak berabad-abad dalam bangsa Indonesia. Dan Soekarno berani menawarkan kepada dunia konsepsi berbangsa yang mengglobal tersebut.

Menurut Komeng, realitas saat ini adalah terjadi kerusakan di tiap sendi kehidupan berbangsa. Kerusakan tersebut sangat mengancam eksistensi kemerdekaan Indonesia. Contoh paling konkret adalah fakta sebagian besar sumber daya alam dikuasai oleh asing.

"Kekayaan alam bumi Indonesia tidak dinikmati seluruh rakyat. Inilah yang menjadi keprihatinan kita bersama," tandas Komeng sambil mengajak semua komponen bangsa untuk mempelajari , menghayati dan mengamalkan Pancasila sebagai ideologi negara. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya