Berita

PENGGUSURAN KAMPUNG SRIKANDI/IST

Olahraga

Bertemu Warga Srikandi, Jokowi Ogah Dibilang Memediasi

KAMIS, 30 MEI 2013 | 20:09 WIB | LAPORAN:

Warga RT 07 RW 03 Kampung Srikandi, Jatinegara Kaum, Pulo Gadung, Jakarta Timur yang terkena gusuran enggan pindah ke rumah susun yang disediakan oleh Pemprov DKI. Rusun Pinus Elok, yang disediakan Pemprov tersebut berada di lokasi tidak jauh dari rumah warga dahulu.

Mereka bersikukuh menuntut PT Buana Estate, milik Probosutedjo (adik seibu mendiang Presiden Soeharto), agar mengganti rugi rumah-rumah yang dibongkar pekan lalu.

Begitu dilontarkan Gubernur Joko Widodo kepada wartawan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (30/5). Gubernur yang akrab disapa Jokowi itu mengaku sudah bertemu langsung dengan para warga Kampung Srikandi dan mendengarkan langsung keluhan mereka.


''Mereka (warga Kampung Srikandi) masih mau menuntut. Mereka menuntut agar rumah mereka diganti dengan rumah juga seperti sebelumnya. Nggak apa-apa. Silahkan ke PT Buana,'' ujar Jokowi.

Jokowi menambahkan, pihaknya akan menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada PT Buana Estate. Menurutnya, peran Pemprov dalam masalah ini bukan memediasi antar warga dengan perusahaan miliki Probosutedjo tersebut. Melainkan memberi solusi kepada warga agar mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya