Berita

Shinzo Abe/ist

Dunia

Kunjungan PM Abe Halaman Baru Jepang-Myanmar

SABTU, 25 MEI 2013 | 15:40 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe semalam (Jumat, 25/5), tiba di Myanmar dalam kunjungan resminya untuk meningkatkan hubungan ekonomi bilateral kedua negara.

PM Abe mengatakan, kunjungannya ini akan membawa kerjasama Jepang-Myanmar ke tingkat yang lebih tinggi. Selain itu, kunjungan juga bertujuan untuk membentuk sebuah halaman baru dalam sejarah kedua negara, mengingat ini merupakan kunjungan pertama kali bagi pemimpin Jepang sejak 36 tahun silam.

Rencanannya, PM Abe akan bertemu dengan Presiden Thein Sein di Ibukota Myanmar, Nay Pyi Taw, besok (Minggu, 26/5). Dalam kesempatan itu, PM Abe rencananya akan menawarkan beberapa kerjasama kepada pemerintah Myanmar.


Untuk memperkuat hubungan bilateral ini, Abe mengatakan, Jepang akan mendukung upaya reformasi Myanmar, dan menekankan kebutuhan bahwa reformasi saat ini ditujukan untuk demokratisasi, rekonsiliasi nasional, dan reformasi ekonomi.

Sebagaimana dilansir Global Times (Sabtu, 25/5), bentuk awal dukungan untuk meningkatkan hubungan ekonomi itu, Jepang telah membebaskan utang Myanmar kepada negaranya senilai 3 miliar dolar AS. Ini merupakan salah satu langkah pertama yang mengumumkan dimulainya kembali bantuan penuh ke Myanmar.

Selama kunjungannya, Abe juga akan bertemu dengan pemimpin oposisi dan anggota parlemen Aung San Suu Kyi, serta mengunjungi sebuah kawasan industri Thilawa, dimana tiga perusahaan Jepang, Mitsubishi Corp, Marubeni Corp dan Sumitomo Corp, berada. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya