Berita

Charlotte Bobcats

Olahraga

Bobcats Tunggu 18 Bulan Baru Bisa Pakai Hornets

NBA
RABU, 22 MEI 2013 | 08:45 WIB

Keinginan Charlotte Bobcats kembali menggunakan Hornets mendapat sinyal persetujuan dari Wakil Komisioner NBA Adam Silver. Namun pria yang akan menggantikan Komisioner David Stern pada Februari 2014 nanti ini mensyaratkan persetujuan penggantian nama itu harus menunggu setidaknya 18 bulan sejak pengajuan.

“Setidaknya membutuhkan waktu 18 bulan sejak permintaan untuk perubahan nama yang akan diberikan ke Charlotte,” katanya dikutip AS Today, kemarin.

Dengan demikian, apabila Charlotte benar-benar kembali memakai nama Hornets, maka mereka akan memakainya di musim 2015. Sementara pemilik Bobcats sendiri, Jordan mengaku ambil pusing tentang perubahan nama menjadi hornets lagi. “Kami telah mendengarkan permintaan warga Charlotte, dan akan mendengarkan permintaan mereka,” kata Jordan.


Bagi para penggemar kompetisi basket NBA era 90-an, Charlotte Hornets bukanlah nama yang asing didengar. Klub yang pernah diperkuat trio bintang  Alonzo Mourning, Larry Johnson, dan Muggsy Bogues tersebut pernah menjadi langganan play-off  sekaligus salah satu tim papan NBA saat itu.

Namun sejak klub tersebut pindah ke New Orleans pada 2002 dan kemudian menjadi New Orleans Hornets, Charlotte tidak lagi mempunyai tim untuk berlaga di NBA selama dua musim. Hingga akhirnya pada tahun 2004, mereka kembali berlaga di NBA sebagai tim baru dengan memakai Bobcats sebagai julukan mereka.

Namun sejak berlaga di NBA dengan memakai nama Bobcats, Charlotte saat ini sangat berbeda dengan Charlotte era 90-an. Meski klub tersebut kini dimiliki mega bintang yang juga salah satu legenda NBA Michael Jordan, prestasinya buruk sekali. Selama sembilan musim bermain di NBA, Bobcats baru sekali berhasil masuk ke play-off, yaitu pada musim 2009-2010. Tapi kemudian tersingkir di putaran pertama oleh Orlando Magic. Bahkan di musim 2011-2012 mereka tercatat sebagai tim yang mengalami kekalahan terburuk dalam sejarah NBA.  [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR: Korporasi Penyebab Karhutla Harus Diberi Sanksi Berat

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 16:22

Pantau Karhutla Riau, Menteri Jumhur Diperlihatkan Inovasi Green Policing

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:22

Tanpa Masker, Prabowo Tinjau Langsung Karhutla di Kalbar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 15:09

Sasar Ribuan Korban Gempa Nagekeo, BHS dan DLU Kirim Bantuan Logistik Hingga Mainan Edukatif

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:57

Karhutla Meluas hingga Permukiman Warga Banjarbaru

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:47

Segel 4 Lahan Konsesi, Menteri LH Bertolak ke Kalimantan Usai Pantau Karhutla Riau

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:29

Efek El Nino dan B50 Bikin Harga CPO Terbang ke Level Tertinggi

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:11

Kabut Asap Karhutla Makin Parah, Kabupaten Kotim Hentikan Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:40

Kalah Gugatan Privasi, Pangeran Harry Wajib Bayar Rp317 Miliar

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:24

Aliansi Mahasiswa DIY Soroti Ancaman Perampasan Ruang Hidup di Pracimantoro

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:12

Selengkapnya