Berita

bashar al assad

Dunia

Suriah Curhat Soal Israel ke PBB

RABU, 22 MEI 2013 | 10:14 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Kementerian Luar Negeri Suriah menyatakan bahwa pihaknya berhak untuk segera menanggapi setiap pelanggaran yang dilakukan negara lain terhadap kedaulatannya.

Pernyataan itu tertuang dalam sebuah surat yang ditujukan kepada PBB untuk mengutarakan keluhannya terhadap pelanggaran yang dilakukan tentara pertahanan Israel (IDF) yang mencoba melintasi perbatasan Dataran Tinggi Golan, Suriah pada Senin malam (20/5).

Menanggapi pelanggaran tersebut, tentara Suriah kemudian menembakkan kendaraan militer Israel hingga hancur serta menewaskan tentara IDF yang menumpanginya.


Tidak terima dengan penyerangan yang dilakukan tentara Suriah, tentara IDF segera membalas tembakan itu dan berhasil melumpuhkan pelaku penembakan.

Sebagaimana Associated Press (Rabu, 22/5), Kementerian Luar Negeri Suriah menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hak Suriah untuk membela diri. Dalam surat tersebut pemerintah Suriah juga mendesak PBB untuk mengakhiri pelanggaran yang berulang kali dilakukan Israel.

Insiden yang terjadi di Dataran Tinggi Golan, bukan kali ini saja terjadi. Sejak konflik antara pemberontak dan militer Suriah pecah, wilayah ini selalu menjadi sumber ketegangan Suriah dan Israel.

Pemerintah Israel mengerahkan tentaranya di wilayah tersebut karena khawatir jika kelompok militan Islam dan kelompok oposisi yang menentang Presiden Suriah Bashar al-Assad, tiba-tiba melancarkan serangan ke Israel. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya