Berita

ist

Dunia

Thailand-Kamboja Sepakat Berantas Kejahatan Lintas Batas

SABTU, 18 MEI 2013 | 14:29 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemerintah Kamboja dan Thailand sepakat untuk meningkatkan kerjasama melawan segala bentuk kejahatan lintas batas. Ini menanggapi maraknya aksi kejahatan lintas batas negara yang terjadi di kedua negara tersebut.

Kesepakatan ini dibuat oleh Menteri Pertahanan Kamboja, Tea Banh, dan Menteri Pertahanan Thailand, Jenderal Sukumpol Suwanatat, dalam Komite Perbatasan Umum (GBC) ke-9 yang diselenggarakan di Provinsi Rayong, Thailand pada Jumat (17/5).

"Kedua belah pihak sepakat untuk memperkuat kerjasama untuk mencegah dan menindak kegiatan ilegal di sepanjang perbatasan seperti perdagangan narkoba, pembalakan liar, dan migrasi lintas batas secara ilegal," kata pernyataan bersama yang dirilis oleh Kementerian Pertahanan Kamboja, seperti yang dikutip Bangkok Post (Sabtu, 18/5).


Guna menekan angka kejahatan di perbatasan, dalam kesempatan tersebut kedua negara juga merasa perlu bekerja sama meningkatkan mata pencaharian bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang perbatasan melalui pengembangan pariwisata, pendidikan dan kesehatan masyarakat.

"Selain itu, kedua menteri berjanji untuk memberikan informasi hanya akurat dan positif dalam hal isu-isu perbatasan dalam rangka memperkuat rasa saling percaya dan menghormati," lanjut pernyataan itu. [ian]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya